Foto: Ilustrasi diet tinggi protein. (Shutterstock)
Foto: Ilustrasi diet tinggi protein. (Shutterstock)

Lebih Sehat Mana, Asupan Protein Alami atau Kemasan?

Protein salah satu nutrisi utama yang dibutuhkan untuk membentuk otot tubuh. Walaupun setiap departemen kesehatan di tiap negara juga organisasi kesehatan telah menganjurkan batas minimal asupan protein, tetapi kebutuhan protein setiap orang bisa saja berbeda tergantung pada berat badan dan aktivitas fisik.

“Pelatihan untuk meningkatkan kekuatan, kebugaran atau sejenisnya membutuhkan lebih banyak protein”, kata Graeme Close, Profesor Fisiologi Manusia di Liverpool John Moores University.

Protein mudah didapatkan dari banyak makanan, baik yang bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Tetapi tak sedikit juga orang mengonsumsi protein bubuk yang dijadikan minuman shake agar mudah mengonsumsinya.

Tetapi menurut Profesor Close, mengonsumsi protein bubuk sebenarnya hanya sebatas kenyamanan bukan untuk kebutuhan tubuh.

“Cara terbaik untuk mendapatkan protein adalah dari makanan,” katanya dikutip dari BBC.

Jenis protein bubuk paling umum terbuat dari whey, produk sampingan keju. Jenis itu biasanya berupa susu dengan lemak dan gula yang disaring, kata Profesor Close.

Bagi orang yang harus konsisten latihan fisik, seperti atlet atau sedang program diet, harus konsumsi jumlah protein yang sama sepanjang hari. Sehingga, jika tidak memungkinkan untuk dapat asupan protein dari makanan dengan jumlah yang cukup, barulah ditutup dengan protein bubuk menurut Close.

Produk protein dapat membantu melengkapi diet untuk memenuhi target pelatihan. Tapi dia merekomendasikan konsumsi dulu makanan yang kaya protein secara alami sepanjang hari.

“Bangun di pagi hari dan makan telur dadar, salmon asap atau yoghurt dan beri”, katanya.

Daging seperti daging sapi dan ayam, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, tahu, dan produk berbahan dasar kedelai semuanya merupakan sumber protein yang baik. | SUARA.com

Leave a Reply