Ilustrasi.
Ilustrasi.

Sesudah Vaksinasi Covid-19, …

Vaksinasi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) membawa harapan baru untuk bisa lebih kuat mencegah penularan infeksi Covid-19.

Namun sesudah vaksinasi pun masih harus disiplin menerapkan 3M (Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker) sampai terbentuknya kekebalan kolektif yang mumpuni dan bisa menghentikan laju si virus.

Selain itu, penting juga setelah divaksinasi kita tetap menjaga tubuh tetap fit dan bugar.

Sudah divaksin tetapi bisa positif Covid-19?

Di antara kita pasti ada yang bertanya-tanya kenapa orang yang sudah divaksin masih bisa positif Covid-19?

Ingat, vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, dan butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk

Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar/terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi. Vaksin Covid-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat dan kehalalannya. Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

Ingat, adanya program vaksinasi yang telah berjalan saat ini, tak lantas membuat kita lengah menjalankan protokol kesehatan. Sebaliknya, proses vaksinasi harus paralel dengan pelaksanaan 3M dan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Leave a Reply