Personil Polres Kepulauan Sangihe dan RP, terduga pelaku tabrak lari di Kelurahan Tona, Kecamatan Tahuna Timur yang terjadi, Rabu 27 Januari 2021. RP ditangkap unit kecil gabungan Satlantas dan Satintelkam, Senin 01 Februari 2021.
Personil Polres Kepulauan Sangihe dan RP, terduga pelaku tabrak lari di Kelurahan Tona, Kecamatan Tahuna Timur yang terjadi, Rabu 27 Januari 2021. RP ditangkap unit kecil gabungan Satlantas dan Satintelkam, Senin 01 Februari 2021.

Pelaku Tabrak Lari Tertangkap

KRIMINALITAS

SANGIHE, publikreport.com – Personil gabungan Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sangihe, Senin 01 Februari 2021, berhasil mengamankan lelaki berinisial RP (26), warga Kelurahan Tona 1, Kecamatan Tahuna Timur. RP diduga merupakan pelaku tabrak lari yang terjadi di ruas jalan Kelurahan Tona, Rabu 27 Januari 2021, dini hari. Saat itu, RP yang disinyalir mengendarai mobil dan menabrak seorang pejalan kaki, bernama Stenly Papendang (36), warga Kelurahan Tona 2. Akibat peristiwa itu Stenly mengalami luka berat.

“Pelaku beserta mobil sudah diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara korban masih menjalani rawat jalan,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Kepulauan Sangihe, Jakub Sedu.

Peristiwa tabrak lari ini, Jakub menceritakan, dini hari itu (Rabu 27 Januari 2021, sekitar jam 01.25 WITA), RP yang diduga dalam keadaan mabuk mengemudikan mobil jenis Toyota Rush warna hitam, melaju dengan kecepatan tinggi dari Kelurahan Tona 2 ke arah Kelurahan Tapuang. Pada saat bersamaan, seorang pejalan kaki berjalan di bahu jalan sebelah kanan menuju rumahnya.

Tiba-tiba mobil yang dikemudikan RP oleng ke kanan, hilang kendali, hingga menabrak pejalan kaki itu dari arah belakang. Saat itu pengemudi langsung tancap gas meninggalkan korban dalam kondisi luka berat.

“Pascakejadian, Satlantas (Satuan Lalu Lintas) bersama Satintelkam (Satuan Intelejen Keamanan) langsung membentuk unit kecil gabungan untuk melakukan penyelidikan. Lima hari kemudian, petugas mulai mendapatkan titik terang atas kejadian tragis tersebut,” kata Jakub.

Selama lima hari itu, Jakub mengatakan, petugas mempelajari hasil rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang terpasang di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan sepanjang jalur yang diduga dilewati mobil pelaku. Hasilnya, petugas mendapati 3 alat bukti berupa rekaman video yang menggambarkan mobil pelaku, yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi dan sudah keluar jalur sebelah kanan.

Leave a Reply