Petugas kebersihan yang berasal dari desa di Lombok Barat menggunakan motor bak roda tiga mengangkut sampah ke TPA. Sejak kebakaran mereka tidak bisa masuk ke TPA. (Foto: Fathul Rakhman/Mongabay Indonesia)
Petugas kebersihan yang berasal dari desa di Lombok Barat menggunakan motor bak roda tiga mengangkut sampah ke TPA. Sejak kebakaran mereka tidak bisa masuk ke TPA. (Foto: Fathul Rakhman/Mongabay Indonesia)

Sampah, Dampaknya ke Lingkungan, dan Melihat Program Reduksi Plastik di Negara Lain

Lalu bagaimana di negara kita? Sejak tahun 2016 pemerintah sebenarnya telah berupaya melakukan pengurangan pemakaian penggunaan kantong plastik melalui kerjasama dengan peritel modern.

Beberapa pemda, seperti Kota Bogor, telah memberlakukan hal ini. Peritel modern dilarang menyediakan kantong plastik bagi konsumen. Hasilnya bagus, meski awalnya mengalami ‘kendala budaya’, lambat laun konsumen terbiasa membawa sendiri kantong belanja dari rumah.

Namun, secara keseluruhan program pengurangan penggunaan kantong plastik tampak masih jalan di tempat. Tidak semua pemda secara serius mengimplementasikan dan mengagendakan hal pengurangan sampah plastik ini.

Dalam kasus program plastik berbayar, misalnya. Pasca tujuh bulan diterapkan program itu berhenti. Alasannya ketiadaan payung hukum yang kuat dan harga plastik yang masih murah (berkisar Rp 200) tidak signifikan dalam menekan konsumsi penggunaan kantong plastik.

Tampaknya, memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan sebagai refleksi Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada hari ini.

* Tri Wahyuni, penulis adalah peneliti di Institute for Population and National Security. Artikel ini merupakan opini pribadi penulis. | MONGABAY.co.id

Leave a Reply