Pria berinisial DM alias Dandi (20), warga Desa Batu Rapa’, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut, Selasa 23 Februari 2021, sekitar pukul 23.00 WITA, ditangkap anggota Koramil Belang, kemudian diserahkan ke Mapolsek Ratatotok. Dandi ditangkap karena diduga mengaku anggota TNI.
Pria berinisial DM alias Dandi (20), warga Desa Batu Rapa’, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, Provinsi Sulut, Selasa 23 Februari 2021, sekitar pukul 23.00 WITA, ditangkap anggota Koramil Belang, kemudian diserahkan ke Mapolsek Ratatotok. Dandi ditangkap karena diduga mengaku anggota TNI.

Mengaku Anggota TNI, Dandi Ditangkap di Ratatotok

KRIMINALITAS

MITRA, PUBLIKREPORTcom – Seorang pria berinisial DM alias Dandi (20), warga Desa Batu Rapa’, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 23 Februari 2021, sekitar pukul 23.00 WITA, ditangkap anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1302-12/Belang yang dipimpin Sersan Kepala (Serka) Hamzah. Penangkapan dilakukan karena Dandi diduga mengaku sebagai anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) dari Satuan Batalyon Armed 19/105 Tarik Bogani Lolak.

Dandi yang bekerja sebagai penambang emas ditangkap di salah satu rumah kost yang ada di Desa Ratatotok Tenggara, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Dari penangkapan itu juga diamankan sejumlah barang bukti, berupa satu pucuk senjata air softgun, pakaian loreng lengkap, sepatu lars, kaos kaki dinas TNI dan satu buah pucuk helm dinas. Tersangka dan barang bukti oleh personil Koramil Belang kemudian diserahkan ke Mapolsek (Markas Kepolisian Sektor) Ratatotok untuk diproses lebih lanjut.

Kepada anggota Koramil Belang, Dandi mengaku dirinya mengggunakan atribut TNI dengan tujuan agar bisa lolos pemeriksaan dalam perjalanan dari Lolak menuju Ratatotok guna menambang emas.

Koramil Belang mengetahui adanya warga mengaku sebagai anggota TNI, setelah masyarakat menginformasikan. Informasi warga ini disampaikan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) Prajurit Dua (Prada) Risman. Untuk memastikan informasi itu benar atau tidak, Prada Risman kemudian mendatangi rumah kost Dandi yang berada di Desa Ratatotok Tenggara. Tiba di rumah kost Risman langsung menemui tersangka dan melakukan interogasi. Dandi kemudian diminta supaya menunjukan identitas berupa Kartu Anggota TNI. Ternyata tersagnka tidak dapat menunjukannya. Malah Dandi kemudian meminta izin untuk buang air kecil ke WC. Namun, ternyata dirinya justru menggunakan kesempatan untuk melarikan diri melalui pintu belakang rumah kost, meninggalkan anak dan isterinya.

Prada Risman kemudian melapor ke Komandan Rayon Militer (Danramil) Belang, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Johny Runtuwene. Pelda Johny kemudian memerintahkan 4 anggota dipimpin Serka Hamzah untuk menyusun strategi melakukan penangkapan terhadap anggota TNI gadungan itu. Dandi akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan saat kembali di rumah kost untuk menengok anak isterinya. | RIO YANTO

Leave a Reply