Launching direct call perikanan dan komoditas pertanian Sulut ke Singapura, Senin 08 Maret 2021, di Bandara International Sam Ratulangi, Manado.
Launching direct call perikanan dan komoditas pertanian Sulut ke Singapura, Senin 08 Maret 2021, di Bandara International Sam Ratulangi, Manado.

Sulut Ekspor Perikanan ke Singapura

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Rina berharap direct call hasil perikanan yang terealisasi dengan harus dijaga kontinuitasnya.

“Terobosan direct call suatu hal yang tidak mudah dilakukan di tengah pandemi yang dapat tekanan kuat. Nilai ekspor kita tercatat Rp1,9 triliun, yang dapat ditingkatkan lagi dengan ekspor ke Singapura,” ungkapnya.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Heru Pambudi menegaskan, sangat mensuport upaya direct call yang menjadikan Manado sebagai super hub, sehingga mengurangi pos transit yang panjang. Dari waktu tempuh 9-18 jam menjadi 3,5 jam.

“Meski kita lakukan secara bertahap, namun langkah direct call telah memutus siklus ekspor yang panjang yang secara langsung akan mengurangi cost, seperti biaya logistik, waktu dan kualitas yang masih mahal,” jelasnya.

Duta Besar (Dubes) Berkuasa Penuh Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo memberikan apresiasi. Karena menurutnya, direct call mampu menjawab kebutuhan Singapura.

“Singapura memberikan kemudahan bagi importir dan eksportir yang masuk Singapura, dengan sertifikasi produk. Singapura juga punya potensi yang sangat besar, kesempatan bagi dunia usaha, Dirjen Bea Cukai, perdagangan, Kementerian Perikanan untuk meningkatkan ekspor,” ungkapnya.

Leave a Reply