GPdI Victory Raringis, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.
GPdI Victory Raringis, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut.

Meity Sedih Ada Oknum Gembala Polisikan Jemaatnya Sendiri

Tindakan NS yang sudah dilantik jadi gembala, dengan melaporkan penggunana dana duka ke Mapolres Minahasa, oleh beberapa anggota jemaat dianggap nekad. Pasalnya, kebijakan penggunaan dana duka dianggap sudah sesuai musyawarah bersama pada tanggal 04 Februari 2021.

“Kami menggunakan dana itu untuk semua keperluan duka sampai pembuatan makam. Ini hasil rapat bersama antara pelayan, tua-tua sidang, panitia, ibu gembala dan anak-anak kandung almarhum. Tapi mereka pelapor anggap kami telah melakukan penggelapan uang. Ooo, bukan main,” jelas Sekretaris Panitia Pembangunan Jemaat/Panitia Dua, Harny Palar.

Kasus ini mulai ramai dibicarakan publik khususnya di kalangan jemaat GPdI Sulut.

“Tidak percaya saya, kalau ada oknum gembala mempolisikan jemaatnya sendiri. Apapun alasannya, tidak ada pimpinan organisasi agama tega menghukum anggota yang dilindunginya. Ya, karena kasih dan pengampunan menjadi pusat dari semua pengajaran Kristen. Kalau benar, ini tanda kiamat bagi organisasi gereja. Tapi cek dulu kebenarannya, dan jangan langsung percaya,” kata Pendeta Stien Lendeng.

Uang itu, nilai anggota jemaat lainnya, digunakan jemaat untuk keperluan saat ada kedukaan atas meninggalnya seorang gembala.

“Logikanya keluarga berterima kasih pada jemaatnya dan menambah jika dana belum cukup. Tapi ini kebalik. Hebat ini,” kata salah satu pendeta muda GPdI. | JOPPY JW

Leave a Reply