Limbah plastik infus, perban, selang infus, kasa dan lainnya yang bercampur dengan sampah domestik di TPA Bakung, Sabtu, 6 Februari 2021. (Foto: Derri Nugraha/mongabay.co.id)
Limbah plastik infus, perban, selang infus, kasa dan lainnya yang bercampur dengan sampah domestik di TPA Bakung, Sabtu, 6 Februari 2021. (Foto: Derri Nugraha/mongabay.co.id)

Sampah di Masa Pandemi, Bagaimana Potensi Pemanfataan?

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah berlangsung lebih setahun. Pada sektor persampahan, tantangan muncul selain timbunan sampah makin besar, Indonesia juga menghadapi tumpukan limbah medis yang termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3).

Sampah medis berupa bekas alat pelindung diri (APD), jarum suntik, masker, sarung tangan medis, dan lain-lain ditemukan di beberapa tempat bercampur dengan sampah non medis.

Di Bogor, karyawan PT Flobaroma Visco Mandiri, perusahaan penyedia jasa pemeriksaan COVID-19, membuang sampah infeksius di tempat pembuangan sampah sementara di Kelurahan Empang. Yohanes Santoso, karyawan perusahaan ini juga membuang sampah infeksius di rest area Tol Jagorawi.

Di Lampung, Polda juga menemukan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung.

Catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) timbulan limbah B3 medis pada masa pandemi diperkirakan naik 30% dari masa normal.

Saat ini, terdata 2.867 rumah sakit di seluruh Indonesia dengan timbulan jadi 383.058 kg per hari. Jumlah rumah sakit yang memiliki izin pengolahan limbah B3 per 19 Februari ada 120 fasilitas dengan kapasitas 74.570 kg per hari.

Sebuah petisi di platform Change.org meminta pembangunan fasilitas pemusnah limbah medis segera dilakukan di 32 daerah di Indonesia.

Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021 mengatakan, pemerintah mengikuti sejak awal potensi permasalahan akan beriringan dengan berbagai kesulitan dampak COVID-19.

Bagi pemerintah, katanya, sampah medis yang tergolong limbah B3 infeksius yang timbul karena penggunaaan alat pelindung diri sangat masif, jadi tantangan tersendiri.

Untuk itu, katanya, KLHK menerbitkan surat edaran tentang pengelolaan limbah infeksius B3 dan sampah rumah tangga dari penanganan COVID-19.

“Ini jadi pedoman bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk penanganan limbah dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah tangga yang merupakan tempat isolasi mandiri dan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya,” kata Siti.

Leave a Reply