Ilustrasi.
Ilustrasi.

Mendagri Tegaskan Pilkada Serentak 2024

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak dilaksanakan tahun 2024. Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 ini mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor: 10 Tahun 2016.

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, menurut Tito, merupakan amanat UU yang harus konsisten dijalankan.

“Kita konsisten dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Kami (Kemendagri) berpendapat, Pilkada tetap dilaksanakan tahun 2024,” kata Tito Karnavian pada Rapat Kerja (Raker) Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Senin 15 Maret 2021.

Perbaikan, Tito menjelaskan, dapat dilakukan pascapelaksanaan Pilkada. Bukan sebelum pelaksanaan.

“Kita harus konsisten, Undang-Undang ini kita ikuti, kita jalankan. Pilkada tetap dilaksanakan di tahun 2024. Kita bisa revisi setelah kita laksanakan, bukan sebelum kita laksanakan,” tegasnya.

UU Nomor: 10 Tahun 2016 dalam Pasal 201 ayat 8, Tito memaparkan, disebutkan, pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan gubernur dan wakil gubenur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dilaksanakan pada November 2024.

Tak kalah penting, Tito mengingatkan, tata kelola dan manajemen dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang menjadi kunci pelaksanaan Pilkada yang sukses. Berkaca pada Pilkada Serentak 2020, lalu, yang dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), terbilang sukses dengan mencatatkan partisipasi masyarakat dan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi.

“Belajar dari Pilkada 2020, lalu, kita melihat bahwa kuncinya adalah tata kelola. Tata kelola yang baik, manajemen yang baik, kerja sama dari semua stakeholder, itu menjadi kunci. Sehingga, jika akan melaksanakan Pemilu di tahun 2024, kuncinya adalah kesiapan, simulasi, tata kelola, dan kemudian kerja sama. Kerja sama semua stakeholder yang terkait, sehingga akan dapat dilaksanakan Pemilu (Pemilihan Umum) yang lebih lancar, aman, tertib, dan relatif rendah konflik,” paparnya. | DORANG

Leave a Reply