(foto: duniatieku.fi/IDNTIMES.com)
(foto: duniatieku.fi/IDNTIMES.com)

Minuman-minuman Beralkohol dari Peradaban Kuno

Bir, vodka, whiskey, hingga wine merupakan jenis minuman beralkohol yang umum dikonsumsi oleh masyarakat saat ini. Ada pula jenis lain yang biasa ditemukan di negara tertentu. Misalnya soju dari Korea Selatan, sake dari Jepang, campari dari Italia, dan tequila dari Meksiko.

Keterikatan antara manusia dan minuman beralkohol ternyata telah terjalin sejak periode Neolitikum atau sekitar 10000 SM. Masyarakat dari peradaban kuno umumnya membuat minuman tersebut dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka. Beberapa di antaranya mungkin terdengar mustahil dan aneh di telinga kita.

Ingin tahu apa saja minuman beralkohol dari peradaban kuno? Simak berikut ini!

1. Bir tertua dari Israel

Minuman beralkohol paling tua di dunia saat ini dipegang oleh bir dari Israel. Pada tahun 1956, para arkeolog menemukan artefak yang diduga dipakai untuk membuat bir pada 13 ribu tahun lalu di sekitar Haifa, Israel.

Residu yang menempel pada artefak menunjukkan bahwa mereka menggunakan gandum, oat, barley, kacang-kacangan (legume), dan serat lenan sebagai bahan dasar bir. Semua bahan dicampur, diberi air, dan didiamkan selama berhari-hari untuk memberi efek fermentasi.

Walaupun begitu, menurut laporan Smithsonian Magazine, minuman tersebut tidak mengandung alkohol dalam kadar yang tinggi karena terbuat dari bahan alami. Teksturnya juga tampak seperti bubur, bukan minuman cair yang kita kenal saat ini.

2. Pulque dari Meksiko

Dikonsumsi sekitar 2 ribu tahun yang lalu, pulque merupakan minuman beralkohol khas Meksiko. Lebih tepatnya, suku Aztec adalah masyarakat yang menciptakan minuman tersebut. Jadi, pulque bisa dibilang merupakan nenek moyang dari tequila.

Dilansir BBC, minuman ini terbuat dari fermentasi tanaman maguey atau agave. Ia tampak seperti sukulen raksasa yang biasa tumbuh di area tandus. Suku Aztec biasa menggunakan pulque dalam upacara keagamaan.

3. Hajji firuz tepe dari Iran

Berikutnya ada hajji firuz tepe yang berasal dari Iran. Dilansir Penn Museum, para arkeolog menemukannya berdasarkan zat-zat yang ada di artefak. Diperkirakan, minuman ini mulai dikonsumsi pada 5400-5000 SM.

Leave a Reply