Barang bukti panah wayer yang berhasil diamankan Tim Resmob Polres Bitung di dua tempat berbeda di seputaranKecamatan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulut, Senin 29 Maret 2021, dini hari.
Barang bukti panah wayer yang berhasil diamankan Tim Resmob Polres Bitung di dua tempat berbeda di seputaranKecamatan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulut, Senin 29 Maret 2021, dini hari.

Ratusan Panah Wayer Disita Polisi

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, mengamankan 11 pemuda warga Kecamatan Maesa, yang diduga kuat merakit ratusan senjata tajam (sajam) jenis panah wayer terbuat dari besi. Mereka yang diamankan masing-masing berinisial JT (23), ME (20), FD (19), SB (17), RB (24), MN (22), AM (17), DB (16), VS (16), LP (22) dan FR (25).

Para pemuda ini diamankan di dua lokasi berbeda di sekitar Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 29 Maret 2021, dini hari.

Dalam perakitan panah wayer para pelaku diduga memiliki peran berbeda-beda. RB diduga berperan menyiapkan material pembuatan anak panah dari jeruji sepeda motor yang diambil dari pelaku LP.

Kemudian ME, JT, DB, VS dan MN disinyalir berperan mengikat tali pada gagang pelontar anak panah. Sedangkan FD dan SB diduga berperan mencari kayu untuk membuat gagang pelontar di belakang rumah AM, sekaligus lokasi perakitan.

Saat merakit panah wayer, mereka merekam menggunakan handphone (Hp) kemudian menggunggah ke media sosial (medsos) sehingga sempat viral.

Diduga 13 unit pelontar serta ratusan ujung anak panah telah berhasil dibuat mereka, lalu disimpan di rumah RB dalam sebuah kardus bekas mie instan. Panah wayer tersebut disinyalir akan digunakan dalam aksi-aksi kejahatan maupun melukai orang lain.

Dalam waktu sekitar 1 bulan, yakni sejak 21 Februari lalu hingga saat penangkapan, diduga panah wayer tersebut telah dibagi-bagikan di antara mereka dan telah digunakan. Sisanya yang berhasil diamankan sebanyak 6 buah pelontar dan 14 ujung anak panah.

Saat diinterogasi polisi, mereka beralasan merakit panah wayer karena dendam dengan pihak lain, dan hasil rakitan tersebut untuk berjaga-jaga. Meski demikian, hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena bisa mengancam keselamatan jiwa orang lain.

“Para pelaku beserta barang bukti, yakni anak panah wayer, pelontar dan sebilah parang sudah diamankan di Mapolres Bitung untuk pemeriksaan lanjut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Jules Abraham Abast. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply