Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan pemantauan Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Provinsi Sulut, Kamis 01 April 2021.
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan pemantauan Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Provinsi Sulut, Kamis 01 April 2021.

Kapolri: Beribadahlah dengan Aman dan Nyaman

MANADO, publikreport.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, TNI-Polri (Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Negara Republik Indonesia) bersama organisasi kemasyarakatan selalu bekerja sama, dan siap untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan pengamanan ibadah yang akan dilaksanakan mulai Kamis Putih hingga Paskah. Dirinya berharap seluruh masyarakat terlebih umat Nasrani untuk bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, aman dan tidak ada kekuatiran.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar bisa melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman dan tidak ada kekhatiran sama sekali. Kami, TNI-Polri akan melaksanakan kegiatan pengamanan secara optimal dan seluruh kegiatan bisa berjalan baik,” tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Manado, Kamis 01 Maret 2021, malam.

Memantau ke Gereja

Diketahui, Kapolri, Kamis 01 Maret 2021, malam, memantau situasi dan jalannya pengamanan ibadah Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria Manado yang dipimpin Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Selanjutnya, Kapolri melakukan pemantauan di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat Paulus, yang berada tak jauh dari Gereja Katedral Manado.

Usai pemantauan di Gereja Katedral Manado, Kapolri mengatakan, Manado adalah salah satu wilayah yang berpenduduk nonmuslim kurang lebih hampir 70 persen.

“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan perayaan mulai dari misa Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Hasil diskusi dengan pastor Gereja Katedral Manado, Kapolri mengungkapkan, seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan normal seperti biasa, tidak terpengaruh dengan peristiwa bom di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ataupun kejadian di Mabes (Markas Besar) Polri baru-baru ini.

“Saya yakinkan kepada seluruh masyarakat khususnya umat Nasrani, tidak usah terganggu dengan peristiwa yang terjadi, peristiwa bom Makassar akan kita ungkap sampai tuntas,” ujarnya.

Terkait kejadian di Makassar, menurut Kapolri, hingga Kamis 01 Maret 2021, pihaknya sudah mengamankan kurang lebih 20 orang. Sementara untuk kejadian di Mabes Polri, tersangkanya juga sudah dilumpuhkan dan tidak mengganggu aktivitas di Mabes Polri dan tidak mengganggu kegiatan operasional pengamanan oleh Mabes Polri.

Dalam kunjungannya ke Manado, Kapolri kemudian didampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Inspektur Jenderal (Irjen) Nana Sudjana, Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayor Jenderal (Mayjen) Santos Gunawan Matondang, Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut dan para tokoh agama.

Leave a Reply