Masker. (Istockphoto/spukkato/cnnindonesia.com)
Masker. (Istockphoto/spukkato/cnnindonesia.com)

Kenali Ciri Masker Medis Asli dan Palsu

Hati-hati membeli masker medis. Pasalnya, belakangan ini banyak beredar masker medis palsu baik dari penjual online maupun offline. Begini cara membedakan atau mengenali masker medis asli dan palsu.

“Menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes dan izin edar ini juga bisa diakses melalui infoalkes.kemkes.go.id,” kata Plt (Pelaksana Tugas) Dirjen (Direktur Jenderal) Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes (Kementerian Kesehatan), Arianti Anaya.

Arianti menjelaskan setiap masker harus memiliki izin edar dari Kemenkes untuk memastikan masker mampu mencegah masuknya droplet atau virus dan bakteri. Masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus SARS-CoV-2.

Ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan izin masker. Di antaranya harus memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, ada 2 jenis masker medis yaitu masker bedah dan masker respirator. Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Masker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Lain halnya dengan masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95. Biasanya masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete atau charge polypropylene.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen,” tutur Arianti.

Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan medis dan non medis secara fisik sulit dibedakan secara fisik. Itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian.

Cara paling mudah untuk membedakan masker asli dan palsu adalah dengan mengecek izin edar Kemenkes.

“Masker non medis tidak memiliki izin edar dari Kemenkes karena tidak memenuhi standar uji sebagai alat kesehatan. Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan pemilihan masker medis, maka masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar,” katanya.

Leave a Reply