Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Mendikbud: Tak Perlu Menunggu Juli 2021

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem A Makarim mengimbau seluruh satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) untuk segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Diketahui, pada Selasa 30 Maret 2021, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“SKB ini sudah berlaku. Tidak perlu menunggu Juli 2021 untuk melakukan PTM terbatas,” ungkap Nadiem.

Satuan pendidikan yang sudah atau dalam proses melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, menurut mengatakan, walau pendidik dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah.

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri mengungkapkan, sekitar 20 persen sekolah telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan telah menunjukkan berbagai praktik baik terkait kebijakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas. Sekolah yang telah melaksanakannya, antaranya Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Pontianak Selatan, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)Negeri 9 Bengkulu Selatan, Bengkulu.

Persiapan yang dilakukan SD Negeri 03 Pontianak Selatan sebelum memulai Pembelajaran Tatap Muka terbatas, Jumeri mengatakan, adalah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, mempersiapkan prosedur operasional standar (POS) Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, melakukan pemenuhan daftar periksa (menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun, melakukan kerja sama dengan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), membeli thermo gun, pendataan penyakit bawaan warga sekolah, memperbanyak imbauan 4M di lingkungan sekolah, memberitahukan rencana Pembelajaran Tatap Muka Terbatas kepada RT (rukun tetangga), kelurahan dan Babinkamtibnas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), melaporkan perkembangan kesiapan uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada dinas pendidikan (dindik).

Agar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas berlangsung secara aman, Jumeri melanjutkan, sekolah itu juga melakukan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran. Langkah-langkah yang diambil di antaranya mengimbau setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala, mendata dan memastikan bahwa siswa dan guru yang sakit atau merasa tidak enak badan untuk tidak sekolah, selalu menerapkan protokol kesehatan, memastikan tidak ada yang masuk ke lingkungan sekolah tanpa izin dari keamanan sekolah, mengecek suhu setiap warga sekolah yang datang dan pergi serta mengimbau pendidik dan tenaga kependidikan untuk segera melakukan vaksinasi.

Dalam hal pembagian rombongan belajar, Jumeri melanjutkan, SD Negeri 03 Pontianak Selatan menerapkan anjuran pemerintah yaitu maksimal 50 persen kapasitas per kelas sehingga dalam satu rombongan belajar (rombel) terdapat dua kelompok belajar. Masing-masing rombongan belajar melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sebanyak dua kali dalam satu minggu.

“Siswa dengan nomor absen 1-16 masuk di hari Senin dan Rabu, siswa dengan nomor absen 17-32 masuk di hari Selasa dan Kamis,” katanya.

Dalam satu kali pertemuan, menurut Jumeri, berlangsung selama 3 jam dari pukul 07.00–10.00 WIB sehingga setiap siswa melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sebanyak 6 jam dalam satu minggu.

“Jam masuk dibuat selang seling dengan jeda beberapa menit agar ketika pulang tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Leave a Reply