Ilustrasi 5G. (iStockphoto/AndreyPopov)
Ilustrasi 5G. (iStockphoto/AndreyPopov)

Mengenal Revolusi Jaringan 5G

Pada jaringan ini pengguna dapat menggunakan internet tetapi menggunakan dial-up dengan tarif yang terbilang mahal.

Dikutip Wired, jaringan 3G pertama dibangun pada awal tahu 2000-an. Namun di tahun itu 3G baru tersebar di beberapa wilayah Amerika Serikat saja. Jaringan ini beroperasi pada kecepatan transmisi 8 Megabit per detik.

Era jaringan 3G dianggap menjadi cikal bakal perkembangan teknologi, karena memicu industri produsen ponsel untuk mengembangkan fitur-fitur unggulan. Pada tahun inilah Samsung dan iPhone berlomba mengembangkan produknya.

Disusul dengan jaringan 4G pada tahun 2009, jaringan generasi keempat ini memboyong percepatan pengunduhan data hingga 10 kali lipat dari jaringan 3G.

Perlahan revolusi telekomunikasi berkembang dan memungkinkan untuk melakukan hal-hal lain, seperti streaming film dan melakukan tatap muka menggunakan perangkat seluler.

Secara definitif, jaringan 5G menghasilkan kecepatan berselancar lebih tinggi dan jeda waktu antara saat perangkat meminta informasi dan menerimanya, atau disebut dengan latensi yang lebih rendah.

Jaringan 5G akan menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi di samping rentang frekuensi yang sudah digunakan, dan akan bekerja dengan titik akses nirkabel yang lebih kecil.

Dikutip Mitsloan, pengembangan jaringan 5G diklaim dapat memberikan kemudahan serta mengembangkan beberapa sektor industri. Seperti industri hiburan, manufaktur, ritel, perawatan kesehatan, perhotelan, pertanian, keuangan serta jasa pengiriman dan transportasi.

Dengan penggunaan jaringan 5G diprediksi akan meningkatkan pengembangan pada kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, penggunaan robot industri, drone hingga pengembangan kota pintar. | CNNINDONESIA.com

Leave a Reply