Sosok Bataha Santiaga dalam lukisan.
Sosok Bataha Santiaga dalam lukisan.

Bataha Santiago Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sosok Bataha Santiago sendiri merupakan seorang pejuang yang asli berasal dari Sulut. Bataha Santiago yang merupakan seorang raja dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa dan sikap gotong-royong yang kuat. Pendirian teguhnya, di mana seluruh kegiatan rakyat harus dikerjakan bersama-sama. Gagasannya ini dikenal dengan sebutan “Banala Pesasumbalaeng”.

Bataha Santiago bercita-cita untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan di wilayah Kepulauan Sangihe-Talaud dalam mempertahankan diri dari penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Ini tidak mengherankan, mengingat ia memiliki sikap dan prinsip yang kuat dan teguh. Ia berani mati dalam membela keutuhan nusa dan bangsa. Semboyannya yang terkenal yaitu “Nusa kumbahang katumpaeng”, yang berarti “Tanah air kita tidak boleh dimasuki dan dikuasai musuh”.

Jiwa patriotismenya dibuktikan lewat perlawanannya kepada VOC Belanda, yang ditunjukkan hingga titik darah penghabisan.

Beberapa kali Santiago dibujuk untuk menandatangani Lange Contract (Pelakat Panjang). Namun karena kecintaanya terhadap Tanah Air, Santiago menolak. Prinsipnya tetaplah sama, ia lebih memilih tiang gantungan daripada tunduk pada Belanda. Konflik pun tidak bisa dihindarkan.

Singkat cerita, Bataha Santiago bersama para pengikutnya terlibat dalam peperangan yang berlangsung selama empat bulan melawan VOC. Namun, akibat kekuatan persenjataan yang tidak seimbang serta siasat licik Belanda, Santiago akhirnya dapat ditangkap dan dihukum mati pada tahun 1675.

Saat ini, nama Bataha Santiago juga diangkat menjadi nama Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago Sulut, yang terletak di Jalan Sam Ratulangi Nomor 33, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Leave a Reply