Pangeran Diponegoro.
Pangeran Diponegoro.

Masa-masa Pangeran Diponegoro di Manado

Tetapi ada masalah hanya sebulan sebelumnya, Kiai Mojo beserta 62 pengawalnya sudah lebih dahulu tinggal di sana. Baik Knoerle maupun Pietermaat sepakat bahwa pemimpin Perang Jawa dan penasihat agamanya yang utama ini tidak boleh berada di satu lokasi pengasingan yang sama, suatu keputusan yang kebetulan dipermudah oleh pilihan Pangeran sendiri untuk tetap tinggal di Ibu Kota Minahasa mengingat dinginnya suhu udara di dataran tinggi Tondano.

Dalam babad, Diponegoro menyebut-nyebut tentang percakapan terakhir antara dirinya, Knoerle, dan kapten kapal Pollux sebelum mereka berangkat pulang ke Batavia. Setelah memberitahukan tunjangan bulanan sebesar 600 gulden, Kapten Eeg menanyakan apakah Pangeran hendak menitipkan pesan pribadi kepada Gubernur Jenderal, mungkin dalam bentuk sepucuk surat?

“Tidak!” jawab Diponegoro. “Saya tidak punya keinginan menitipkan surat karena saya tidak bisa menulis, cukup sampaikan salam saja kepada Jenderal Van den Bosch!” (Babad Dipanegara IV:201).

“Jawaban Diponegoro ini meragukan: Pangeran sebetulnya mampu menulis dalam bahasa Jawa meski secara gramatikal masih kacau. Pangeran bahkan dapat menulis surat-surat pribadi dan mendiktekan karya besarnya seperti babad riwayat hidupnya sepanjang 43-canto,” ujarnya.

“Berpura-pura buta huruf merupakan isyarat Pangeran untuk menyatakan bahwa ia tidak bisa melupakan ketidaksediaan Van den Bosch untuk menemuinya sewaktu masih berada di tahanan Batavia”, tambahnya.

Akan tetapi, secara pribadi Diponegoro tetap berusaha mengirim pesan kepada “kawannya yang mulia” itu. Terutama, ia meminta agar istri-istrinya, yang masih tinggal di Yogya dan istri-istri Kiai Mojo dan istri-istri para pengikutnya, dapat dipersatukan dengan suami-suami mereka di pengasingan.

Pangeran juga minta agar dua penasihat agama terdekatnya, Haji Badarudin dan Haji Ngiso, dapat bergabung di Manado, dan bahwa Van den Bosch hendaknya menjadi “pelindung” bagi anak-anaknya di Mataram.

Leave a Reply