Penelitian menunjukkan, bunyi tepukan dada merupakan pernyataan akan kekuatan ukuran tubuh sang gorilla. (Foto: Scientific Reports/Edward Wright et al, 2021 | mongabay.co.id)
Penelitian menunjukkan, bunyi tepukan dada merupakan pernyataan akan kekuatan ukuran tubuh sang gorilla. (Foto: Scientific Reports/Edward Wright et al, 2021 | mongabay.co.id)

Mengapa Gorilla Suka Memukul-mukul Dada

Jika Anda pernah menonton film King Kong [1962 dan 2005] atau Kong: The Skull Islands [2017], Anda pasti teringat salah satu perilaku gorila yang sangat khas yaitu memukul-mukul dada.

Mungkin, banyak dari kita yang kemudian berpikir bahwa karakter itu karena sang gorilla ingin menunjukkan dia kuat, berani, dapat menakuti siapapun. Biasanya, semakin besar seekor gorilla jantan, semakin baik pula dia memukul dadanya.

Pukulan-pukulan pada dada ini merupakan cabang komunikasi yang menarik, karena dilakukan bukan dengan vokalisasi melainkan melalui tindakan fisik yang dapat dilihat dan juga didengar. Hebatnya, beberapa spesies gorilla memukul-mukul dadanya dan bunyinya dapat didengar dari jarak satu kilometer.

Ilmuwan asal Jerman Edward Wright dari Institut Max Planck bidang Antropologi Evolusi coba meneliti kebiasaan gorilla tersebut. Penelitiannya menyimpulkan bahwa bunyi tepukan dada itu merupakan pernyataan akan kekuatan ukuran tubuh sang gorilla.

Menginformasikan ukuran tubuh itu menjadi penting, karena dapat menunjukkan kemampuan bersaing, baik itu pada jantan maupun untuk betina dalam memilih pasangannya.

Para gorilla betina biasa memilih pasangan kawinnya dari bunyi tepukan beruntun ke dada. Sedangkan bagi gorilla jantan, pukulan pada dada adalah peringatan terhadap siapapun agar jangan macam-macam jika tidak ingin terlibat dalam perkelahian.

Kesimpulan itu terungkap setelah peneliti melakukan perekaman pukulan dada dengan menggunakan teknik fotogrametri untuk mengukur tubuh gorila gunung liar jantan dewasa di Dian Fossey Gorilla Fund yang terletak di Taman Nasional Volcanoes, Rwanda.

Dari penelitian tersebut diketahui bawah gorila jantan yang lebih besar mengeluarkan pukulan dada dengan frekuensi puncak yang lebih rendah ketimbang gorila berukuran kecil. Suara frekuensi rendah dapat mencapai jarak lebih jauh daripada frekuensi tinggi, yang berarti suara gorilla yang lebih besar yang mungkin merupakan pesaing yang lebih tangguh dapat didengar dari jauh.

Leave a Reply