Bertempat di Perkebunan Waruga, Kakaskasen, Walikota Tomohon, Caroll JA Senduk melantik tiga kelompok tani, masing-masing Kelompok Tani Victory, Manguni dan Sumaru Endo, Kamis 06 Mei 2021.
Bertempat di Perkebunan Waruga, Kakaskasen, Walikota Tomohon, Caroll JA Senduk melantik tiga kelompok tani, masing-masing Kelompok Tani Victory, Manguni dan Sumaru Endo, Kamis 06 Mei 2021.

Kelompok Tani Akan Kembali Divalidasi

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Wakil Walikota (Wawali) Tomohon, Wenny Lumentut mengungkapkan, kelompok tani (poktan) di Kota Tomohon akan kembali divalidasi. Validasi akan dilakukan kembali agar bantuan yang diperuntukan bagi kelompok tani, tidak terjadi kesalahan penyaluran.

“Kelompok tani harus benar-benar untuk kepentingan bersama. Harus ada gotong royong, kekompakan agar memberi manfaat besar dalam setiap upaya yang dilakukan,” ujar Wenny pada pelantikan Kelompok Tani Victory, Manguni dan Sumaru Endo Kakaskasen di Perkebunan Waruga, Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kamis 06 Mei 2021.

Utuk meningkatkan pembangunan pertanian, anggota kelompok tani, Wenny meminta agar tetap bekerja sama dan sama-sama bekerja bagi peningkatan kesejahteraan para petani dan masyarakat, juga untuk meningkatkan pembangunan pertanian.

Sebelumnya Walikota Tomohon, Caroll JA Senduk mengatakan, kelompok tani memiliki peranan penting dan merupakan wadah yang bertujuan untuk dapat meningkatkan perekonomian para petani, yang secara otomatis juga turut serta membantu laju pertumbuhan pembangunan Kota Tomohon.

“Kehadiran kelompok tani, harus bisa memainkan peran dan fungsinya selaku organisasi yang memfasilitasi dan memperjuangkan kepentingan petani dengan tujuan utama adalah tercapainya kesejahteraan petani dan terciptanya keadaulatan pangan,” jelasnya.

Kepada pengurus kelompok tani yang dilantik, Caroll berpesan, agar dapat mengemban amanah bekerja dengan baik, bekerja dengan ikhlas serta bekerja berkualitas. Dapat mengelola kelompok tani dalam meningkatkan kesejahteraan para petani, sekaligus menjadi mitra bagi Pemerintah Kota Tomohon untuk mencapai misi “memajukan sistem pertanian dalam rangka perwujudan kedaulatan pangan” di Kota Tomohon.

“Diharapkan juga kelompok tani ini benar-benar menjadi wadah bagi petani untuk memperoleh wawasan luas mengenai pertanian dengan penguasaan teknologi, akses permodalan, pemasaran dan sebagainya,” ujarnya.

Tentang Kelompok Tani

Kelompok tani (sebagaimana dikutib dari wikipedia.org) adalah beberapa orang petani atau peternak yang menghimpun diri dalam suatu kelompok karena memiliki keserasian dalam tujuan, motif, dan minat.

Kelompok tani dibentuk berdasarkan surat keputusan dan dibentuk dengan tujuan sebagai wadah komunikasi antarpetani. Surat keputusan tersebut dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan untuk memonitor atau mengevaluasi kinerja kelompok tani. Kinerja tersebutlah yang akan menentukan tingkat kemampuan kelompok. Penilaian kinerja kelompok tani didasarkan pada SK Mentan No. 41/Kpts/OT. 210/1992.

Fungsi kelompok tani adalah:

Menciptakan tata cara penggunaan sumber daya yang ada.

Sebagai media atau alat pembangunan.

Membangun kesadaran anggota petani untuk menjalankan mandat yang diamanatkan oleh kelompok.

Pemberdayaan kelompok tani merupakan sebuah model pemberdayaan yang arah pembangunan berpihak pada rakyat. Kelompok tani pada dasarnya sebagai pelaku utama pembangunan di pedesaan.Kelompok tani dapat memainkan peran tunggal maupun ganda, seperti penyediaan usaha tani, penyediaan air irigasi, penyediaan modal, penyediaan informasi, serta pemasaran hasil secara kolektif.

Peran kelompok tani merupakan gambaran tentang kegiatan-kegiatan kelompok tani yang dikelola berdasarkan persetujuan anggotanya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berdasarkan jenis usaha, atau unsur-unsur subsistem agribisnis, seperti pengadaan sarana produksi, pemasaran, dan sebagainya. Pemilihan kegiatan kelompok tani ini berdasarkan pada kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi dan lain sebagainya.

Leave a Reply