Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian.
Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian.

Program Petani Milenial di Papua Barat

MANOKWARI, PUBLIKREPORTcom – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bersama Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, meluncurkan Program Petani Milenial Provinsi Papua Barat di Swiss-Belhotel, Manokwari. Peluncuran program ini pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Kamis 20 Mei 2021.

“Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen lahirnya 100 ribu petani milenial di seluruh Indonesia, termasuk di Papua dan Papua Barat. Program ini merupakan wujud dari komitmen Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas para pemuda Indonesia,” tegas Syahrul Yasin Limpo.

Peluncuran Program Petani Milenial Provinsi Papua Barat, Billy Mambrasar menjelaskan, dikolaborasikan Komunitas Papua Muda Inspiratif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat.

“Presiden Joko Widodo berkomitmen mendorong percepatan pembangunan berbasis kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) di Tanah Papua. Program seperti Petani Milenial ini merupakan perwujudan pelaksanaan komitmen tersebut,” ujarnya.

Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, dirinya menyambut positif dan mendukung sepenuhnya program itu. Ke depan, dirinya berharap adanya sinergitas dengan pemerintah pusat dalam mendorong pelaksanaan Program Petani Milenial.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), Dominggus mengatakan, sektor pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Papua Barat, mencapai hampir 24 persen dari kurang lebih 400 ribu angkatan kerja. Sehingga dirinya berharap lebih banyak lagi pemuda asli Papua yang terjun ke sektor pertanian.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mendorong petani milenial Papua Barat untuk melaksanakan program-program pengembangan tanaman pangan. Ia juga mendorong korporasi petani dalam bentuk badan usaha yang dikelola pemuda asli Papua dan pemuda lainnya yang bertempat tinggal di Papua Barat.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, para pemuda yang tergabung dalam Program Petani Milenial akan memperoleh pelatihan serta akses kepada fasilitas pertanian yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

Koordinator Gerakan Papua Muda Inspiratif Wilayah Papua Barat, Simon Tabuni mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementan untuk melakukan pelatihan, pengolahan lahan, permodalan, dan pemberian teknologi kepada anak-anak muda asli Papua yang tergabung dalam Gerakan Petani Milenial. Dengan harapan secara berkelanjutan, dapat bertahan dan meningkatkan kemampuan, serta kesejahteraan.

Leave a Reply