Pria berinisial YT alias Yanto (32) ditangkap Tim URC Totosik Polres Tomohon, Senin 30 Agustus 2021, di tempat kerjanya dibilangan Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.
Pria berinisial YT alias Yanto (32) ditangkap Tim URC Totosik Polres Tomohon, Senin 30 Agustus 2021, di tempat kerjanya dibilangan Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Tentara Gadungan Diciduk Polisi

HUKUM & KRIMINALITAS |

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Seorang lelaki berinisial YT alias Yanto (32), ditangkap Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Senin 30 Agustus 2021, di tempat kerjanya. Pria asal Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut) ini ditangkap karena diduga sering mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

“Yanto ditangkap karena diduga terlibat pencurian, dan setelah diinterogasi, dirinya mengaku sebagai anggota TNI AD. Dia mengaku sebagai anggota TNI AD dengan tujuan untuk memikat dan memacari wanita, terutama yang ada di media sosial (medsos), seperti facebook,” jelas Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Ashari Gatot.

Polres Tomohon, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hanny Goni melanjutkan, telah berkoordinasi dengan pihak TNI AD, dalam hal ini Rindam Tomohon guna memastikan Yanto bukan terdaftar sebagai anggota TNI AD.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Tomohon. Sesuai pengakuannya, baju seragam TNI AD dijahit di Manado. Sedangkan Kartu Tanda Anggota (KTA), dibuat di kompleks Malalayang, Manado,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, berupa satu pasang sepatu PDL (pakaian dinas lapangan) dan PDH (pakaian dinas harian), satu pasang PDH TNI dengan atribut terpasang, sabuk PDH TNI, satu potong kaos berwarna orange berlogo TNI, tiga lembar KTA Prajurit TNI yang terpasang foto pelaku, satu lembar KTA Prajurit TNI tanpa foto dan satu lembar kartu ijin keluar Markas TNI.

“Semua barang bukti yang ditemukan di tempat kost pelaku, baik seragam, kaos, KTA TNI AD atas nama pelaku, dan beberapa kelengkapan TNI lainnya diakui sebagai miliknya,” kata Hanny, seraya menambahkan, pelaku disinyalir sebelumnya sudah pernah melakukan hal yang sama, yakni mengaku sebagai personil TNI AD saat berada di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulut. “Saat itu pelaku sempat ditangkap,” tambahnya.

Pengungkapan dan penangkapan terhadap tentara gadungan ini, Kepala Tim (Katim) URC Totosik Polres Tomohon, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung menjelaskan, berawal saat mereka menerima dan merespons laporan warga pemilik tempat kost di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan. Laporan yang disampaikan, bilamana ada salah satu penghuni kost yang berprofesi sebagai anggota TNI AD kehilangan sepatu PDL dan PDH. Tim Totosik kemudian ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan, memeriksa rekaman CCTV (Closed Circuit Television) di tempat kost. Dari rekaman CCTV, terlihat ada seorang lelaki mengambil sepasang sepatu PDL dan PDH.

“Berbekal laporan dan rekaman CCTV, kami kemudian melakukan pengembangan dan mencari pelaku pencurian itu. Kami akhirnya berhasil mengamankan Yanto yang sedang bekerja di salah satu gudang air mineral yang ada di Kelurahan Walian, yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian pencurian,” jelasnya.

Saat diinterogasi, menurut Yanny, Yanto mengakui, dirinya yang melakukan pencurian sepasang sepatu PDL dan PDH, di salah satu tempat kost, yang ada di Kelurahan Walian.

“Kami selanjutnya mendatangi tempat kost pelaku, untuk mengambil barang bukti pencurian. Di dalam kamar kost pelaku, kami curiga karena, banyak seragam dinas TNI AD lengkap dengan pangkat dan tanda-tanda penghargaan lainnya. Karena penasaran, tim kemudian melakukan penggeledahan di dalam kamar kost, hingga akhirnya mendapatkan sebuah dompet berisi beberapa KTA Prajurit TNI yang dipasangi foto pelaku, perlengkapan TNI dan dokumen dinas lainnya,” tuturnya.

Leave a Reply