Gambar kiri, flyer pelatihan literasi berita, Jumat-Sabtu,10-11 September 2021. Gambar kanan, Agustinus Hari dan Supardi Bado, Ketua dan Sekretaris AMSI Sulut.
Gambar kiri, flyer pelatihan literasi berita, Jumat-Sabtu,10-11 September 2021. Gambar kanan, Agustinus Hari dan Supardi Bado, Ketua dan Sekretaris AMSI Sulut.

Peserta Pelatihan Literasi Berita Membludak

MANADO, PUBLIKREPORTcom – Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Utara (Sulut), Supardi Bado mengungkapkan, peserta Pelatihan Literasi Berita cukup membludak. Pelatihan ini akan berlangsung Jumat-Sabtu (10-11 September 2021), mulai jam 10.00 WITA-pukul 13.00 WITA, secara daring (dalam jaringan) atau online.

“Hingga saat ini peserta pelatihan cukup membludak. Pesertanya sangat beragam dan berasal dari berbagai daerah di Sulut. Telah mencapai 60 orang,” kata Supardi yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) media online sulawesion.com.

Pelatihan Literasi Berita ini, Ketua AMSI Sulut, Agustinus Hari menjelaskan, mendapat dukungan Google News Initiative (GNI) berkolaborasi dengan CekFakta.com. Pelatihan ini sebagai upaya memperkuat pengetahuan dan keterampilan publik mengatasi mis/disinformasi.

“Media merupakan sumber informasi yang penting bagi publik. Sehingga publik perlu diperkuat pengetahuan dan edukasi mereka dalam memilih dan memilah informasi sebagai pembanding guna melawan hoaks,” jelas Agus yang merupakan pemimpin redaksi (pemred) media online barta1.com, di Sekretariat AMSI Sulut yang beralamat di Jalan Elang Raya 3, Malalayang 1 Timur, Manado.

Literasi berita (news literacy), Supardi Bado melanjutkan, meliputi penguatan pengetahuan tentang peran dan manfaat media massa di masyarakat serta cara kerja media massa. Juga mencakup penguasaan keterampilan dan pengetahuan seputar produksi dan diseminasi informasi.

“Pelatihan ini penting agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi. Dengan demikian, para jurnalis dan pemilik perusahaan media terpacu untuk meningkatkan kualitas konten atau pemberitaan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik,” terangnya.

Secara umum, menurut Supardi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan publik, terutama mahasiswa, pers kampus, akademisi, komunitas masyarakat sipil, dan jurnalis, tentang pentingnya literasi berita.

“Nantinya peserta akan diajarkan soal mekanisme kerja pers dan jurnalisme, meningkatkan kesadaran publik akan peran media dalam sebagai rujukan informasi di tengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) dan meningkatkan keterampilan masyarakat mengidentifikasi mis/disinformasi,” tambahnya.

Diketahui, Training Literasi Berita bagi publik, mahasiswa, akademisi dan jurnalis diselenggarakan AMSI dengan dukungan Google News Initiative dan Cek Fakta di 10 wilayah, masing-masing Kalimantan Barat (Kalbar), Aceh, Maluku-Maluku Utara (Malut), Sulawesi Utara (Sulut), Sumatera Barat (Sumbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Papua-Papua Barat.

Sebelumnya, AMSI telah mentraining 20 jurnalis dari berbagai media anggota AMSI sebagai Trainer Literasi Berita dan kemudian melaksanakan training bagi publik. Pada kedua training tersebut, AMSI mengadopsi kurikulum yang dirumuskan, Masato Kajimoto, Associate Professor di University of Hongkong. Hingga akhir September, AMSI menargetkan setidaknya 300 orang dari berbagai unsur mendapatkan pemahaman terkait isu ini. | DORANG

This Post Has One Comment

  1. Deity S. Kilis

    Sukses selalu Asosiasi Media Siber Indonesia, AMSI SULAWESI UTARA, Google News Initiative (GNI), CekFakta.com. Terus jadi terdepan dalam mengedukasi masyarakat🙏

Leave a Reply