Ilustrasi.
Ilustrasi.

Antara Janji Politik dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Gonjang-ganjing seputar pergantian aparatur pemerintahan di kelurahan, yakni pala (kepala lingkungan) dan wakil kepala lingkungan (meweteng), belum reda, kini masyarakat Kota Tomohon diramaikan dengan pelaksanaan mutasi atau rolling jabatan, Jumat 10 September 2021.

Hari itu, bertempat di GOR (Gelanggang Olahraga) Babe Palar, Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Walikota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk melantik dan mengambil sumpah/janji sejumlah lurah, kepala seksi (kasi), kepala sub bagian (kasubag), kepala bidang (kabid), camat, kepala bagian (kabag) dan sekretaris dinas/badan.

Pelantikan diwarnai aksi damai oleh sekelompok masyarakat di luar GOR Babe Palar.

Adanya pengangkatan pejabat (promosi dan mutasi) pada sejumlah jabatan disambut dengan beragam pendapat. Ada kalangan yang beranggapan pengangkatan dan pelantikan pejabat itu sebagai bentuk salah satu realisasi janji politik dari pasangan Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut (CSWL). Ada pula yang berpandangan, pengangkatan pejabat merupakan hak dari CSWL untuk memilih orang-orang (pejabat) yang dinilai sejalan untuk merealisasikan janji politik semasa kampanye Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2020, lalu, sebagaimana visi dan misi CSWL.

Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mendapatkan kepercayaan dari CSWL untuk menduduki suatu jabatan tertentu diharapkan memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Tomohon sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Demikian halnya para kepala lingkungan dan wakil kepala lingkungan.

Para pejabat yang telah dilantik dan telah bersumpah/janji, kiranya benar-benar, bersungguh-sungguh untuk melayani rakyat Kota Tomohon. Turunlah langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk merekam dinamika yang terjadi. Jangan jadi pengekor dan hanya melayani sang bos. Karena telah menjadi pergunjingan di masyarakat, di mana sang bos (kepala daerah dan wakil kepala daerah) berada, disitu pula lah, para pejabat berkumpul. Berikanlah waktu untuk merekam dan melihat situasi dan kondisi terkini di masyarakat. Dan buatlah program-program yang pro rakyat yang tentunya disesuaikan dengan visi dan misi CSWL. Jangan hanya sekedar ABS (asal bapak senang).

Pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat, merupakan pengabdian dalam bentuk kerja nyata. Ingat, pejabat yang menduduki jabatan selain menerima gaji, juga mendapat tunjangan jabatan yang terbilang lumayan besar. Gaji dan tunjangan jabatan itu asalnya dari mana? Jawabannya, semua tahu, yakni APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Sementara, semua juga tahu, APBN/APBD adalah uang rakyat.

Rakyat Kota Tomohon tentunya sangat berharap di masa pemerintahan CSWL sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, dapat terjadi perubahan yang signifikan di kota yang hanya terdiri dari 5 kecamatan dan 44 kelurahan.

CSWL memenangkan Pilkada Kota Tomohon 2020, tentunya karena masyarakat Kota Tomohon menginginkan perubahan, berharap adanya kesejahteraan dan hal-hal mendasar lainnya. Harapan-harapan itu dilihat rakyat Kota Tomohon tertuang dalam visi dan misi CSWL. Selain itu, CSWL ketika masa kampanye dianggap sudah berbuat bagi masyarakat, sehingga saat ini diharapkan berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat Kota Tomohon secara keseluruhan, bukan kepentingan pribadi, kelompok atau partai politik (parpol).

Pengangkatan kepala lingkungan dan wakil kepala lingkungan hingga pelantikan pejabat, yakni sebagian lurah, camat, kasi, kasubbag, kabid, kabag dan sekretaris dinas/badan, mungkin baru babakan awal. Banyak kalangan berpendapat masih ada babakan selanjutnya yang akan menyasar hingga jabatan eselon IIb.

Bagi mereka yang telah mendapat kepercayaan dari CSWL dan bagi mereka yang mungkin juga bakal mendapat kepercayaan dari CSWL -pada babakan- selanjutnya, masyarakat berharap mengedepankan pelayanan publik. Kalian adalah abdi negara, pelayan masyarakat, bukan kader partai politik tertentu.

Pelayanan publik jangan hanya menjadi slogan, sekedar kata-kata manis ketika pidato pada acara-acara tertentu. Pelayanan publik, kesejahteraan rakyat, akan adanya perubahan, jangan hanya menjadi jargon ketika masa-masa kampanye Pilkada.

Hai para pejabat -yang kini dipercaya menduduki jabatan tertentu-, janganlah seakan menjadi politisi partai politik. Bersikaplah sebagai pamong praja sejati. Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati.

Memang tahun politik 2024 dapat dikatakan tak lama lagi. Kasak kusuk kandidat kepala/wakil kepala daerah mulai berembus. Isu politik praktis Pilkada 2024 akan kian ramai dibicarakan. Semoga jelang tahun politik praktis 2024, para abdi rakyat yang kini duduk pada kursi empuk jabatan masing-masing dalam pemerintahan tidak terjebak menjadi politikus. ***

Leave a Reply