Ilustrasi warung/kios. (foto: pexels.com)
Ilustrasi warung/kios. (foto: pexels.com)

Contoh Pembukuan Bagi Usaha Kecil

Cara membuat pembukuan |

Tidak melakukan pembukuan keuangan merupakan kesalahan fatal yang umumnya dilakukan oleh pengusaha kecil. Ketika usaha dagang mereka laris, pengusaha sering lupa memperhatikan hal penting ini.

Saat jumlah transaksi harian dan omzet usaha terlihat besar, tidak sedikit pengusaha pemula yang menyepelekan pentingnya melakukan pencatatan transaksi. Semakin berjalannya waktu, akhirnya pelaku usaha tidak lagi bisa mengidentifikasi apakah mereka mendapatkan laba yang besar atau hanya mendapatkan laba sedikit saja. Tidak jarang pengusaha yang bertanya-tanya, usahanya laris namun pendapatannya tidak meningkat. Hal ini tentu sangat berbahaya bila terus berlanjut.

Salah satu solusi untuk menghindarinya adalah dengan membuat pembukuan.

Lalu bagaimana cara dan contoh pembukuan keuangan ini? Nah, untuk Anda yang sedang mempertanyakan hal yang sama berikut ini adalah panduannya:

Cara membuat pembukuan sederhana untuk usaha kecil

Agar mudah dalam membaca dan memahami contoh pembukuan pengeluaran dan pemasukan, Anda harus memahami terlebih dahulu cara membuat pembukuan ini. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buatlah catatan transaksi keuangan

Bagi pengelola usaha kecil mencatat transaksi keuangan bukanlah hal yang sulit. Sebab, bagi usaha kecil jenis transaksi yang dilakukan umumnya tidak terlalu banyak. Hal yang perlu Anda lakukan dalam proses ini adalah membuat buku catatan yang terpisah antara satu jenis transaksi dengan transaksi lainnya. Umumnya ada tiga bentuk transaksi yang dilakukan dalam usaha kecil yakni pembelian perlengkapan, biaya operasional, pembelian bahan baku, dan gaji karyawan bila ada.

2. Buatlah buku catatan pemasukan

Langkah kedua setelah membuat buku pengeluaran adalah membuat buku pemasukan. Terdapat dua akun yang harus Anda catat dalam buku ini yakni catatan pemasukan kas dan catatan pemasukan piutang. Membuat buku pemasukan ini sangatlah penting, sebab nantinya akan digunakan untuk mengukur penghasilan usaha kecil Anda dalam kurun waktu tertentu, bisa bulanan, triwulan, maupun tahunan.

3. Buatlah buku kas utama

Setelah kedua buku di atas siap, barulah kemudian Anda bisa membuat buku catatan yang berfungsi untuk menggabungkan kedua catatan di atas. Nama buku ini adalah Buku Kas Umum. Pentingnya, membuat buku ini adalah untuk mengukur dan membandingkan jumlah pemasukan usaha kecil Anda dengan jumlah pengeluaran Anda. Dari buku inilah kemudian Anda bisa mengetahui apakah usaha Anda merugi atau untung.

4. Buatlah buku stok barang/persediaan

Dalam proses membuat pembukuan keuangan hal urgen yang tidak boleh terlewatkan oleh Anda adalah membuat catatan persediaan barang. Anda harus secara detail mencatat barang/persediaan apa saja yang keluar setiap harinya. Anda juga harus mencatat barang apa saja yang Anda beli dalam waktu tertentu. Buku ini berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap segala jenis barang yang ada pada usaha Anda.

5. Buatlah buku inventaris

Buku stok barang hanya bisa digunakan untuk mencatat barang yang habis pakai. Untuk barang yang sifatnya lama tidak bisa dicatat pada buku persediaan. Oleh karena itu, buku inventaris barang diperlukan. Buku inventaris ini juga berfungsi untuk mencatat barang tetap yang berasal dari hibah, belanja dan sumbangan yang sifatnya lama.

6. Buatlah laporan laba rugi

Dalam proses pembukuan, tujuan utama Anda sebagai pelaku usaha kecil adalah untuk mengetahui apakah perusahaan Anda rugi atau untung. Nah, untuk mendapatkan data tersebut, caranya adalah dengan membuat buku laba-rugi.

Dalam membuat buku laba rugi ini adalah beberapa siklus akuntansi yang harus Anda lewati terlebih dahulu. Untuk lebih detail nya, Anda bisa melihat artikel cara membuat laporan laba rugi.

Leave a Reply