Waruga Supit yang kini berada di depan Gereja Eben Haezar Woloan.
Waruga Supit yang kini berada di depan Gereja Eben Haezar Woloan.

Di mana Waruga Dibuat?

Waruga merupakan kuburan batu yang telah berusia ribuan tahun. Waruga berbentuk segi empat dengan penutup yang umumnya berbentuk atap rumah. Pada penutup atau badan waruga terdapat ornamen yang dipahatkan. Pola ornamen disebutkan menunjukkan status sosial semasa hidup.

Di dalam waruga, biasanya diletakkan benda-benda seperti tombak, cincin, parang, piring, keramik, emas, perunggu dan lain-lain. Sekitar abad 20 M, penggunaan waruga mulai ditinggalkan masyarakat Minahasa, seiring dengan masuknya agama Kristen.

Waruga kini dilestarikan dan difungsikan sebagai objek wisata.

Nah, di Tomohon sebenarnya terdapat beberapa tempat pembuatan waruga, yakni berlokasi di Pinati (suatu perkebunan di Kelurahan Kamasi 1, Kecamatan Tomohon Tengah), di Kimoog, wilayah Kakaskasen, daerah sebelah selatan Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara dan di Apela, masuk wilayah Sarongsong, Kecamatan Tomohon Selatan.

Selain di Pinati, Kimoog dan Apela, juga terdapat pembuatan waruga yang disebut Tatahaan untuk penduduk Katinggolan (Kampung Tua Woloan), kini Kecamatan Tomohon Barat. | REDAKSI

BACA SELENGKAPNYA https://publikreport.com/blog/2018/02/14/pabrik-pabrik-waruga-di-tomohon-tempo-dulu/


LATEST POST

Leave a Reply