Kompleks mataair (Mahkelentuai) yang konon menjadi cikal bakal dan nama Negeri Kumelembuai.
Kompleks mataair (Mahkelentuai) yang konon menjadi cikal bakal dan nama Negeri Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Sejarah Kumelembuai

Kumelembuai saat ini berstatus Kelurahan (sebelumnya berstatus desa). Kelurahan Kumelembuai berada di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kumelembuai, merupakan salah satu kelurahan yang berbatasan dengan Kabupaten Minahasa, di sebelah timur Kota Tomohon.

Kelurahan Kumelembuai, kini banyak dikunjungi wisatawan nusantara (wisnu) maupun wisatawan mancanegara (wisman), karena keindahan alamnya.

Berikut secuil kisah sejarah berdirinya Kumelembuai, sebagaimana dikutib dari Naskah ‘Riwayatmu Tomohon’ yang ditulis Adrianus Kojongian.

Pada pertengahan tahun 1800-an, Kepala Distrik Tomohon, Mayoor Ngantung Palar, bersahabat dengan seorang Tokoh Masyarakat Negeri Talete, bernama Hendrik Kapoh. Hendrik Kapoh telah beberapa kali mencalonkan diri untuk menjadi Hukum Tua Talete, tapi selalu tidak terpilih.

Hal ini ternyata diperhatikan Mayoor Ngantung Palar. Sebagai jalan keluar, dianjurkannya kepada Hendrik Kapoh, untuk membuka (tumani) sebuah negeri baru di perbatasan Tomohon dengan Tonsea.

Mengikuti anjuran Mayoor Ngantung Palar, lalu, pada tahun 1858, rombongan Hendrik Kapoh yang terdiri atas 8 kepala keluarga, sebanyak 20 orang, meninggalkan Talete, berjalan ke arah timur. Mereka tiba di lereng Gunung Mahawu pada sebuah tempat dataran subur dan cocok didiami.

Di utaranya berada Rumengkor. Di sebelah timur, sekitar 2 kilometer (km), berada Suluan, lalu di selatan, Rurukan yang telah lebih dulu berdiri.

Setelah mengadakan upacara rumages yang dipimpin Walian, Rauwo Rumondor, diperoleh jawaban bagus, sehingga hutan segera dirombak dan dibangun rumah-rumah kediaman serta areal pertanian.

Pada bulan Agustus 1860, Kumelembuai diresmikan berdiri oleh Kepala Distrik Tomohon, Mayoor Roland Ngantung, anak Ngantung Palar. Bersamanya mengunjungi adalah Residen Manado, JC Bosch.

Nama Kumelembuai ditahbiskan diambil dari rupa sumber mataair di tempat itu yang persis mendidih atau disebut dalam Bahasa Tombulu, Mahkelentuai. Dari Mahkelentuai, lama kelamaan menjadi Kumelembuai hingga sekarang.

Dikenal sebagai Tokoh Pendiri Kumelembuai, adalah Hendrik Kapoh, yang dipilih sebagai Hukum Tua Pertama. Lalu, Cornelius Pangemanan, sebagai Pembantu Hukum Tua. Rauwo Rumondor, sebagai Walian (pendeta adat). Lukas Posumah, sebagai Pembantu Walian, dan Teterusan (hulubalang) yang bertanggung jawab di bidang keamanan negeri adalah Solang Posumah.

Leave a Reply