Buah pangi yang bisa membuat mabuk kepayang. (Foto: Shutterstock/Mongabay.co.id)
Buah pangi yang bisa membuat mabuk kepayang. (Foto: Shutterstock/Mongabay.co.id)

Istilah Mabuk Kepayang Berasal dari

Buah pangi memiliki nama ilmiah Pangium edule. Buah ini dikenal dengan nama lokal beragam seperti kepayang, kluwek, kelua, atau pucung.

Meski beracun, buah pangi dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, terutama untuk warna hitam sayur rawon. Juga, sebagai bumbu pada daging, sayur brongkos, serta sup konro.

Mengutip Hello Sehat, pohon pangi dikenal juga sebagai pohon serba guna, karena hampir semua bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan. Mulai daun, buah, biji, batang, hingga kulit kayu.

Nutrisi yang terdapat dalam pangi di antaranya adalah zat besi, vitamin C, vitamin B1, fosfor, kalium dan kalsium. Namun hati-hati, kluwek juga mengandung asam sianida, sejenis racun yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara langsung.

Pastinya, mengkonsumsi pangi berlebihan dapat membuat kita mabuk, mabuk kepayang.

Buah pangi tumbuh secara liar di kawasan hutan Nantu di Gorontalo, sebuah wilayah konservasi dengan status kawasan suaka margasatwa. Tumbuhan ini juga tumbuh di sekitar desa yang berdekatan dengan hutan Nantu, salah satunya Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.

Sebagian masyarakat di desa ini sering menemukam pohon pangi dekat dengan sungai, bahkan tumbuh tak jauh dari tempat mereka. Buah pangi yang disukai oleh satwa endemik penghuni hutan Nantu itu, juga dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Sari Tani.

“Sebagian masyarakat di Desa Sari Tani memanfaatkan buah pangi untuk dijadikan minyak memasak makanan, sebagai pengganti minyak kelapa,” ungkap Jemi Monoarfa, pegiat kuliner di Gorontalo kepada Mongabay, Sabtu 15 Januari 2022.

Menurut Jemi, masyarakat di desa tersebut memiliki pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan buah pangi. Ketika membelah buah pangi untuk menghilangkan racun, warga biasanya akan mencuci buahnya di sungai menggunakan air mengalir.

Selain itu, ada yang merendam atau merebus terlebih dahulu untuk menghilangkan racunnya. Tidak hanya itu, ada juga yang akan merendam buah pangi dengan menambahkan garam, agar racunnya hilang.

“Minyak dari buah pangi tidak hanya berfungsi untuk memasak makanan, ada juga warga yang menggunakan sebagai minyak urut atau pijat,” cerita Jemi.

Hal lain yang biasa dimanfaatkan warga di Desa Sari Tani adalah menjadikan daunnya yang agak lebar itu sebagai pembungkus makanan. Saat warga pergi ke kebun atau masuk hutan, bekal makanan yang mereka bawa dibungkus daun pangi.

Kegunaan buah pangi sebagai minyak itu juga dikuatkan dengan sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Info Teknis Eboni, Volume 12, Juli 2015. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ramdana Sari dan Suhartati dari Balai Penelitian Kehutanan Makassar, di daerah-daerah yang jarang terdapat pohon kelapa, seringkali minyak biji pangi digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Hal ini dikarenakan, biji pangi mengandung minyak linoleat dan oleat cukup tinggi. Minyak yang sering disebut minyak kepayang ini banyak digunakan untuk berbagai macam masakan.

“Minyak diperoleh dengan cara inti biji pangi dicincang halus dan diperas sampai keluar minyaknya. Biji pangi mengandung minyak atau lemak yang tinggi, dua kali lipat kandungan protein maupun karbohidratnya.”

Leave a Reply