Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, menjelaskan kasus perdagangan dan penyelundupan penyu hijau yang dilindungi pada jumpa pers di Mapolda Sulsel, Selasa, 11 Januari 2022. (Foto: Balai Besar KSDA Sulsel).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, menjelaskan kasus perdagangan dan penyelundupan penyu hijau yang dilindungi pada jumpa pers di Mapolda Sulsel, Selasa, 11 Januari 2022. (Foto: Balai Besar KSDA Sulsel).

Perdagangan Liar Penyu Hijau Berhasil Digagalkan

HUKUM & KRIMINALITAS |

Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil mengamankan terduga pelaku penangkapan penyu hijau (Chelonia mydas) di Pulau Gondong Bali, Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulsel.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menetapkan enam orang tersangka dan berhasil mengamankan barang bukti berupa empat ekor penyu hijau dalam kondisi hidup, potongan tubuh penyu, satu unit perahu warna putih-hijau dengan memiliki dua mesin diesel dong feng (24 PK) dan satu unit alat tangkap berupa jaring.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Komang Suartana, dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel, Selasa 11 Januari 2022, menjelaskan terdapat enam pelaku yang telah ditangkap, berasal dari dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda.

“Di TKP pertama pelaku yang ditangkap berjumlah empat orang, yaitu S (49), Z (18), B dan R yang berasal dari Takalar,” jelasnya.

Sedangkan dua pelaku lainnya, R (53) dan K (34) diamankan Direktorat Satuan Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel hasil dari pengembangan kasus. R dan K selaku penadah ditangkap pada 01 Januari 2022, di Jalan Tentara Pelajar, Makassar.

Kasus ini terungkap saat petugas Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang meringkus 4 nelayan asal Takalar, yakni S (49), Z (18), B (54), dan R (71) yang sedang menangkap penyu hijau di perairan Pulau Gondong Bali, Pangkep, pada 09 Desember 2021.

Menurut Komang, di TKP pertama diamankan lima penyu hijau di mana satu sudah dalam kondisi mati dan empat masih hidup. Sementara di TKP kedua, di sebuah rumah makan di Makassar diperoleh bagian tubuh diduga penyu hijau seberat 93 kilogram. Potongan daging penyu hijau itu rencananya dijual seharga Rp250.000/kg ke beberapa rumah makan di kota Makassar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Widoni Fedri mengatakan bagian tubuh penyu tersebut dijual di Kota Makassar, bukan untuk diekspor.

“Ini memang bagus untuk kesehatan, tapi menjadi masalah perbuatan ini karena melanggar Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam. Kasus ini merupakan pengembangan kasus yang awalnya dilakukan kawan-kawan dari KKP,” ungkap Widoni sebagaimana dikutip dari merdeka.com.

Para pelaku terancam dijerat pasal 40 ayat 2 dan pasal 21 ayat 2 huruf a UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE). Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Leave a Reply