Deity S. Kilis, S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 3, asal Kota Tomohon, Provinsi Sulut.
Deity S. Kilis, S.Pd, Calon Guru Penggerak Angkatan 3, asal Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Jurnal Monolog

Oleh: Deity S. Kilis, S.Pd

Materi Pendidikan Guru Penggerak, Modul 3.1.a.7 | Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Salam sejahtera untuk kita semua, saya Deity S. Kilis, S.Pd, Calon Guru Penggerak (CGP) dari Kota Tomohon, menyampaikan sebuah jurnal monolog, dalam demonstrasi kontekstual – Pengambilan keputusan sebagai Pemimpin pembelajaran

Pendidikan Guru Penggerak adalah salah satu program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dapat megubah pola pikir guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

BACA JUGA:

Setelah mengikuti Program Guru Penggerak, banyak hal baik yang saya dapatkan, antaranya membuka wawasan, belajar berbagai materi yang tentu sangat bermanfaat bagi saya dalam menjalankan peran sebagai guru, bermanfaat bagi komunitas sekolah secara umum dan tentu yang terpenting, memberikan dampak positif yang berpihak pada murid.

1. Bagaimana seorang Guru Penggerak mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam Program Guru Penggerak?

Yang paling utama adalah membangun komunikasi melalui diskusi bersama kepala sekolah, rekan guru, termasuk murid, sosialisasi berbagai materi yang didapatkan dalam Program Guru Penggerak, sharing dengan rekan kerja melalui komunitas praktisi, dan berkolaborasi dengan semua warga sekolah terkait berbagai rencana, berbagai kegiatan dan hal lain yang berkaitan dengan pembelajaran.

2. Apa langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Ketika kita menghadapi situasi yang mengandung banyak dilema, dan berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar, membutuhkan pemikiran, pertimbangan, bahkan rujukan untuk dapat mengambil satu keputusan yang tepat.

Nah, langkah-langkah apa yang dilakukan dalam mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Yang pertama tentu mengacu pada prinsip-prinsip etika itu sendiri yang berdasarkan pada nilia-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa, mupun agama.

Yang kedua, mengenali dan memahmi dengan benar berbagai permasalahan yang mengandung dilema, apakah itu dilema etika ataukah bujukan moral?

Dilema etika adalah kondisi dimana seseorang harus mengambil satu keputusan dari yang benar versus benar. Hal ini memang sangat sulit karena kedua-duanya sama-sama benar.

Selanjutnya bujukan moral dimana seseorang harus mengambil keputusan antara benar dan salah.

Yang ketiga, memahami pola, model atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika. Apakah itu individu lawan masyarakat, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka pendek lawan jangka panjang.

Yang keempat, menentukan prinsip dilema etika yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi yang sedang terjadi.

Yang kelima, memahami dan menerapkan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.

Leave a Reply