Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

BMKG: Waspada Hujan Lebat Jelang Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, publikreport.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca yang diprediksikan akan terjadi hujan lebat menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan lebat menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 cukup besar. Hal ini disebabkan suplai massa udara lembab dari Samudera Pasifik dan daratan Asia serta dari Samudera Hindia yang terakumulasi di wilayah kepulauan Indonesia sehingga sangat intensif menjadi penyebab utama terjadi potensi hujan lebat di wilayah negara kita,” kata Dwikorita di Jakarta, Senin 18 Desember 2017.

Hal itu disampaikan pada konferensi pers tentang perkembangan kondisi cuaca dan iklim serta potensi ancaman gempa dan tsunami.

Dia menjelaskan, untuk beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain menjelang Natal yaitu pada 19-23 Desember 2017 akan terjadi di wilayah Aceh bagian barat, pesisir selatan Sumatera, Banten, pesisir utara Jawa, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam periode Natal yaitu pada 24-26 Desember 2017, potensi hujan sedang hingga lebat antara lain di pesisir selatan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, NTB, NTT, Sulawesi Tengah dan Papua bagian tengah.

Menjelang Tahun Baru 2018 yaitu 26-31 Desember 2017 diprediksikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di pesisir utara Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Maluku.

Sedangkan awal tahun 2018 yaitu pada 1-7 Januari 2018 potensi hujan sedang hingga lebat antara lain terjadi di Aceh, pesisir barat Sumatera, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan NTT.

Selain itu, diprediksikan juga adanya potensi angin kencang yang mencapai lebih dari 20 knots atau lebih dari 65 km per jam juga berpotensi terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia meliputi Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Banda, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat.

“Potensi angin kencang tersebut berdampak pada peningkatan gelombang laut di beberapa wilayah antara lain Laut Cina Selatan dan Laut Natuna utara dengan tinggi gelombang mencapai 6-7 meter, ini yang perlu diwaspadai,” tambah dia.

Leave a Reply