BNPB Keluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Bandang dan Tanah Longsor

BNPB Keluarkan Peringatan Dini Potensi Banjir Bandang dan Tanah Longsor

JAKARTA, publikreport.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-02/DII/PD.03.02/01/2020 tertanggal 06 Januari 2019 tentang Peringatan Dini Potensi Ancaman Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor. Surat yang ditujukan kepada seluruh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan tembusan Kepala BNPB dan Gubernur se-Indonesia itu, BNPB mengingatkan prediksi yang disampaikan Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan terdapat prediksi cuaca ekstrim di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), yaitu tanggal 11-15 Januari 2020, akhir Januari-awal Februari 2020 dan pertengahan Februari 2020.

BACA JUGA: BNPB Imbau Masyarakat yang Tinggal di DAS Waspada
BACA JUGA: BMKG: Sepekan ke Depan, Sulut dan Sekitarnya Berpotensi Mengalami Bencana Alam

BACA JUGA: BPBD Diminta Aktif Informasikan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim

Untuk mencegah meluasnya dampak kejadian yang disebabkan oleh curah hujan ekstrim, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan melalui surat edaran itu menyerukan kepada seluruh Kepala BPBD se-Indonesia agar:

BACA JUGA: Ratusan Juta Dibawa Kepala BNPB Bagi Korban Bencana Sangihe
BACA JUGA: Pesan Kepala BNPB: Tanam dan Jangan Tebang Pohon Ketapang
BACA JUGA: Helikopter Masih di Tahuna, Kepala BNPB Kembali ke Jakarta

  1. Mengantisipasi dampak timbulnya akibat bencana akibat tingginya curah hujan seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor dengan melakukan aksi penguatan kesiapsiagaan dan peringatan dini, seperti melakukan pengecekan atau inspeksi sarana dan prasarana untuk mencegah terjadinya banjir seperti saluran air, pompa, tanggul-tanggul kritis, pintu air, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat
  2. Berkoordinasi dengan BMKG, BIG, PVMBG, Dinas PU Provinsi, TNI/Polri, tokoh masyarakat bersama dengan stakeholder lainnya untuk mendapatkan informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan dan tanah longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi
  3. Mengambil langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama masyarakat menghadapi ancaman bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor di daerah masing-masing dengan menyiapkan sumber daya dan sistem informasi daerah, terutama pada daerah berkumpulnya masyarakat seperti tempat wisata, rumah sakit, pasar, dan fasilitas umum lainnya
  4. Mengaktifkan rencana kontigensi menghadapi ancaman banjir, banjir bandang, dan tanah longsor serta menyusun rencana operasi atau SOP-nya dengan melibatkan seluruh stakeholder (pentahelix)
  5. Menetapkan status darurat bencana dan mengaktifkan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko Provinsi) yang dilengkapi radio komunikasi dan terkoneksi ke Pusdalops BNPB di Jakarta
  6. Koordinasi penanganan darurat bencana, hubungi Pusdalops PB BNPB yang beralamatkan di Jalan Pramuka Kavling 38, Jakarta Timur, dengan nomor telepon 08121237575, dan fax (021) 2128 1200. | DORANG

Tinggalkan Balasan