Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bolehkah Menjual Bensin Eceran di Pinggir Jalan?

Saya masyarakat biasa yang ingin memulai usaha kecil-kecilan di bidang penjualan BBM Eceran (Kios BBM) menggunakan sarana Pertamini yang akhir-akhir ini booming yaitu alat penjualan BBM eceran yang praktis.
Dilihat dari sisi hukumnya, perizinan apa yang di butuhkan untuk melakukan usaha tersebut, baik untuk melakukan pembelian, penyimpanan dan penjualan?
Walaupun saya sudah membaca beberapa artikel yang sejenis, tapi saya ingin mendapatkan jawaban langsung dari Klinik Hukum Online supaya lebih meyakinkan saya.
Terima kasih atas bantuannya.

Jawaban:

Intisari:

Untuk dapat menjual BBM, badan usaha harus memiliki izin usaha niaga. Akan tetapi, Peraturan BPH Migas No. 6 Tahun 2015 memberikan kesempatan bagi pengusaha kecil untuk menjual BBM secara legal. BBM yang bisa dijual pun bisa berbagai jenis bahkan sampai biofuel. Peraturan BPH Migas No. 6 Tahun 2015 itu memang menyebut bahwa koperasi, usaha kecil, maupun sekelompok konsumen yang ingin menjalankan usaha penjualan BBM sebagai sub-penyalur.

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kegiatan usaha minyak dan gas bumi terdiri atas kegiatan usaha hulu dan kegiatan usaha hilir. Usaha penjualan bahan bakar minyak (“BBM”) termasuk ke dalam kegiatan usaha hilir yaitu niaga.[1] Niaga adalah kegiatan pembelian, penjualan, ekspor, impor Minyak Bumi dan/atau hasil olahannya, termasuk Niaga Gas Bumi melalui pipa.[2]

Merujuk pada Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, kegiatan usaha hilir dilaksanakan oleh badan usaha yang telah memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh Menteri dan diselenggarakan melalui mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan.

Dari peraturan yang telah kami cantumkan, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dapat melaksanakan kegiatan usaha pembelian, penyimpanan, dan penjualan BBM harus berbentuk badan usaha, bukan perorangan.

Leave a Reply