Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 16 Desember 2017. Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter, mengakibatkan 21 rumah milik warga di Kota Tasikmalaya rusak sedang dan ambruk serta satu orang meninggal dan satu orang luka-luka. (Foto: Antara/Adeng Bustomi)
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 16 Desember 2017. Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter, mengakibatkan 21 rumah milik warga di Kota Tasikmalaya rusak sedang dan ambruk serta satu orang meninggal dan satu orang luka-luka. (Foto: Antara/Adeng Bustomi)

BPBD Jabar Catat 424 Rumah Rusak

BANDUNG, publikreport.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 424 rumah di enam daerah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Jumat 15 Desember 2017 malam.

“Sudah kami udpate per jam 12 siang ini. Dari yang kami catat ada enam kabupaten/kota yang terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dicky Saromi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 16 Desember 2017.

BACA JUGA: Banjir, Manado Macet

Dicky merinci, 188 rumah rusak di Kabupaten Ciamis, 27 rumah rusak di Garut, 109 rumah di Tasikmalaya, 91 rumah di Pangandaran, tujuh rumah di Banjar, dan dua di Kabupaten Bandung.

Sementara untuk korban jiwa, Dicky mengatakan satu orang yang tinggal di Ciamis meninggal akibat terkena reruntuhan dan enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka.

BACA JUGA: Dua Anak Hanyut, Mudafar Ditemukan, Rayhan Masih Dicari

“Baru satu (meninggal dunia). Memang tercatat ada dua org yang di Ciamis. Tapi yang terkena dampak gempa itu satu, yang satu memang karena sakit aja,” kata dia.

Saat disinggung mengenai lokasi pengungsian, BPBD baru membangun satu posko di daerah Kecamatan Pamarican, Ciamis. Pasalnya, daerah tersebut merupakan wilayah yang terkena dampak gempa cukup berat.

BACA JUGA: Lima Warga Dilaporkan Hilang di Laut

“Ada sekitar 200 pengungsi di sana. Untuk logistik diarahkan ke Ciamis, karena stoknya berkurang. Kami siapkan makanan siap saji dan kebutuhan untuk anak-anak,” kata dia. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply