Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Yusuf MP dan Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitpalma) Palma, Manado, Ismail Maskromo, sepakat untuk menyandingkan program guna mengoptimalisasikan kegiatan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP Pandu).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara (Sulut), Yusuf MP dan Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitpalma) Palma, Manado, Ismail Maskromo, sepakat untuk menyandingkan program guna mengoptimalisasikan kegiatan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP Pandu).

BPTP Sulut Kembangkan Padi Inpari-31

MANADO, publikreport.com – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Balai Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP Sulawesi Utara, Dr Yusuf mengungkapkan, tahun ini (2019), BPTP Sulut akan mengembangkan padi varietas unggul Inpari-31. Alasannya, jenis padi ini sudah adaptif di Sulut dan diminati petani karena keunggulannya. Sementara untuk mendongkrak peningkatan hasil produksi pertanian, benih memegang peran penting.

Produksi varietas Inpari-31 kelas stock seed (SS), benihnya didatangkan dari Balai Penelitian Padi Sukamandi. Varietas ini akan diperbanyak menjadi benih sebar (BS) untuk petani Sulut pada tahun 2020. BPTP Sulut akan memproduksi sebanyak tujuh ton,” jelas Yusuf.

Komitmen untuk mendorong produktivitas padi, menurut Yusuf, telah menjadi komitmen pihaknya untuk ketersediaan, ketahanan dan kedaulatan pangan bagi Bangsa Indonesia. Mendukungnya inovasi teknologi terus dilakukan guna menemukan varietas-varietas tahan lama, rasa enak dan produktivitas tinggi.

Semuanya disediakan bagi pelaku utama (petani) sebagai ujung tombak kedaulatan pangan bangsa,” ujarnya.

Terpisah, Dr Conny Manopo mengatakan, varietas Inspari-31 kelas SS dikembangkan bekerjasama dengan Kelompok Tani (Poktan) Katumpaan, Kelurahan Koya, Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Mengapa di Tondano Selatan? Conny menjelaskan, hal ini berdasarkan pengalaman petani penangkar mitra mereka, Noldy Kojongian (Ketua Poktan Katumpaan).

Bapak ini sering bekerjasama dalam produksi benih padi dan tanaman lainnya. Juga di hamparannya (lokasi di pesisir Danau Tondano) memenuhi syarat, karena ketersediaan air cukup walau dalam cengkeraman panas seperti sekarang ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Kepala Balitbangtan BPTP Sulut Berharap Sulut Jadi Produsen Benih

Leave a Reply