You are currently viewing Budaya Minahasa Dinilai Mulai Terdegradasi
Fanny Legoh, anggota DPRD Provinsi Sulut/politisi PDIP.

Budaya Minahasa Dinilai Mulai Terdegradasi

TONDANO, publikreport.com – Beberapa tokoh budaya mengemukakan fakta ‘berbahaya’ yang tengah mencengkeram tanah Minahasa Raya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Sudah terjadi degradasi parah di tanah Minahasa Raya. Kita tengah mengalami perlambatan pembangunan menyeluruh. Pada 20 atau 30 tahun lalu misalnya, kita berada diatas Makassar (Sulawesi Selatan), Palu (Sulawesi Tengah) dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Tapi sekarang, bahkan dengan daerah pemekaran Sulut, yakni Gorontalo, kita sudah mulai tertinggal,” nilai Fanny HB Legoh, Jumat 06 Maret 2020.

Penyebab terjadinya degradasi ini, menurut Fanny, salah satunya adalah makin tipisnya budaya daerah dalam praktek hidup masyarakat dan pemangku kekuasaan di daerah ini.

Ekonomi kerakyatan di Minahasa hampir dikuasai oleh para pendatang luar daerah. Hampir semua lini usaha seperti di pasar, orang luar daerahlah yang mulai mendominasi. Lepas dari individu masyarakatnya, para pemangku kekuasaan yang juga Tou Minahasa tidak memiliki komitmen untuk memberi ruang lebih pada warga asli,” beber Fanny yang juga merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut.

Dari pengamatannya, Fanny melanjutkan, banyak hal memprihatinkan yang terus mengemuka.

Luar biasa banyaknya tanah yang sudah dibeli oleh warga pendatang. Ribuan orang Minahasa jadi penggarap tanah milik orang luar,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

BACA JUGA: Kecintaan Terhadap Sejarah dan Budaya Minahasa Harus Diseriusi

Leave a Reply