You are currently viewing Cari Data Manado, Klik Saja di Panada
Walikota Manado, Vicky GS Lumentut, saat presentasi dan wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), beberapa waktu lalu. Vicky mempresentasikan aplikasi Panada yang dibuat jajaran Pemerintah Kota Manado.

Cari Data Manado, Klik Saja di Panada

JAKARTA, publikreport.com – Pemerintah Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengembangkan aplikasi Panada Portal Analisis Data Berbasis Peta). Walikota Manado, Vicky GS Lumentut, mengatakan jajaran Pemerintah Kota Manado mendapatkan data pemetaan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang kemudian dikembangkan menjadi aplikasi Panada. Dalam aplikasi ini terdapat data kependudukan pembayaran pajak.

Dalam satu klik semua informasi bisa didapat,” kata Vicky saat presentasi dan wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), beberapa waktu lalu.

Aplikasi Panada ini, Vicky menjelaskan, bertujuan untuk menggabungkan data dan informasi seluruh perangkat daerah menjadi satu sistem dan menampilkannya secara aktual. Ini merupakan upaya Pemerintah Kota Manado untuk berkontribusi menghasilkan efisiensi dalam perencanaan pembangunan di Kota Manado.

Penggunaan sistem satu data ini merupakan instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi),” ujarnya.

Sebelumnya, Vicky melanjutkan, Pemerintah Kota Mando memiliki aplikasi Sistem Gabungan Aplikasi Perangkat Daerah (Sigita). Pada 2017, sistem ini dikembangkan dengan menggunakan peta dasar skala 1:5000 yang telah didigitalisasi melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini memungkinkan masyarakat dapat melihat analisis potensi berupa pajak ataupun informasi bangunan seperti izin mendirikan bangunan (IMB) dan data penghuni yang menempati bangunan tersebut.

Penyediaan data dan informasi berbasis peta merupakan program kebijakan satu peta dan satu data untuk dipakai bersama. Untuk itu dalam pelaksanaannya, sistem ini melibatkan beberapa stakeholder seperti BIG, Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), hingga pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan.

Tahun depan akan kerjasama dengan BPS (Badan Pusat Statistik) dalam rangka Sensus 2020 untuk menggunakan Panada,” ungkapnya.

Dalam proses pengumpulan data, Vicky mengatakan, secara eksternal memanfaatkan tenaga mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata), magang, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari beberapa perguruan tinggi di Kota Manado. Sedangkan secara internal, Pemerintah Kota Manado menggerakkan sebanyak 504 lingkungan dalam pengumpulan data dari rumah ke rumah. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu dan juga mengurangi biaya operasional.

Sejak awal dibangun pada 2017, inovasi ini telah masuk kategori inovasi terbaik dalam aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Pajak Bumi dan Bangunan. Sedangkan tahun 2018, sejak sistem ini berganti nama menjadi Panada, telah mendapatkan penghargaan sebagai simpul jaringan dan terlengkap. Hal ini membuktikan, Vicky menambahkan, bahwa aplikasi ini tidak hanya dirasakan manfaatnya bagi pemerintah tapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ini,” tambahnya. | VERONICA DSK

Leave a Reply