PUBLIKREPORT.com

Catatan Akhir Tahun

Keterangan foto: Ilustrasi.(Image: techexplorist.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Rasa yang Terpendam

Akhir tahun 2020 ini masyarakat Kota Tomohon memberikan kedaulatan kepada pasangan Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tomohon selang tahun 2021-2024. CSWL demikian singkatan yang dipakai pasangan calon tersebut selama masa tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, memenangkan pesta demokrasi di Kota Tomohon. CSWL mengalahkan dua pasangan calon pesaing mereka, yakni Jilly G Eman/Virgie Baker dan Robert Pelealu/Fransiskus Soekirno dengan raupan angka yang telak.

Dalam Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon Nomor: 717/PL.02.6-Kpt/7173/KOTA/XII/2020, CSWL meraup suara sebanyak 43.611. Sedangkan pasangan Jilly G Eman/Virgie hanya memperoleh 23.495 suara, dan pasangan Robert PA Pelealu/Fransiscus HA Soekirno, dengan perolehan suara sebanyak 550.

Kala itu masa-masa tahapan Pilkada 2020 Walikota dan Wakil Walikota Tomohon berjalan dengan penuh trik dan intrik. Bahkan sampai dugaan intimidasi yang dilakukan oknum-oknum perangkat pemerintahan menyeruak dan menjadi konsumsi publik.

Dunia nyata dan dunia maya penuh dengan cerita-cerita apabila Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon adalah pertarungan ‘merah’ dan ‘kuning’. Plusnya, ‘Kuning’ didukung warna-warna lainnya, sehingga dapat dikatakan ini pertarungan ‘merah’ dan ‘pelangi’. Hebatnya lagi disebut-sebut, kehebatan ‘kuning’ karena mendapat dukungan dari Jimmy Eman yang notabene adalah Walikota Tomohon yang masih menjabat, sehingga aparatur pemerintahan dibawahnya kemudian mengumandangkan perkataan ‘loyalitas’ yang artinya disinyalir memenangkan Jilly Eman yang adalah anak perempuan dari Jimmy Eman. Akibatnya banyak oknum aparatur yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang kemudian direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Tragisnya lagi, kisah Pilkada ini memakan korban. Salah satu tenaga kontrak Pemerintah Kota Tomohon kakinya harus diamputasi karena mengalami kecelakaan saat memasang baliho salah satu pasangan calon. Kasus ini masih berproses dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tondano.

Tahapan dan masa kampanye yang berlangsung cukup lama berjalan dengan penuh drama. Endingnya ‘merah’ akhirnya memenangkan pertarungan. Senyum kebahagiaan nampak dari sebagian besar masyarakat Kota Tomohon. Mereka sumringah, bahagia dan berharap CSWL (Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut) benar-benar akan membawa perubahan dalam pemerintahan, pembangunan sehingga masyarakat boleh sejahtera, tanpa pilih kasih.

Mengapa pasangan yang diusung ‘merah’ ini bisa memenangkan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tomohon pada 09 Desember 2020?

Hal itu menurut sejumlah kalangan karena masyarakat Kota Tomohon menginginkan adanya perubahan. Mereka tidak ingin lagi terpolarisari. Mereka tidak ingin lagi di’anak-tirikan’. Mereka berharap pembangunan berjalan merata, tidak ada pilih kasih, tidak ada lagi korupsi, kolusi dan nepotisme. Top eksekutif beserta para pejabatnya harus melihat keberadaan masyarakat kurang sejahtera artinya bantuan-bantuan sosial harus tepat sasaran. Kesejahteraan bukan hanya milik kelompok tertentu. Pengangkatan pejabat harus kompeten dan berkomitmen berpihak kepada masyarakat luas tanpa membeda-bedakan.

Selang 10 tahun terakhir ternyata banyak keinginan masyarakat yang tidak terekam oleh top eksekutif dan jajarannya. Selama satu dekade itu masyarakat hanya disuguhi janji-janji. Hingga akhirnya masyarakat bertanya-tanya apakah yang telah dibuat eksekutif selama satu dasawarsa itu? Ada yang menjawab ‘Menara Alfa Omega’ di pusat kota.

Pertanyaan dan rasa yang terpendam selama satu dasawarsa inilah yang kemudian dilampiaskan warga di bilik Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 09 Desember 2020. “Kami menginginkan perubahan”. “Kami tidak makan janji, kami makan nasi”. “Kami ingin Kota Tomohon maju pembangunannya di segala bidang, terutama di sektor pariwisata, pendidikan dan kesehatan”. “Kami ingin sejahtera”. “Kota Tomohon bukan milik kelompok tertentu”. “Tomohon menjadi kota otonom adalah cita-cita masyarakatnya yang ingin sejahtera”. Itulah sebagian asa warga usai memberikan hak pilihnya di TPS. Harapan warga ini makin menyeruak setelah mengetahui ‘jagoan’ mereka memenangkan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tomohon. Uneg-uneg seperti harapan dan rasa yang terpendam selama 10 tahun mulai diungkapkan dengan transparan dalam perbicangan diberbagai tempat.

Akhir periode Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, Jimmy Eman dan Syerly A Sompotan hingga 17 Februari 2021. Masyarakat kini menunggu pelantikan CSWL sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tomohon Masa Bakti 2021-2024. Masyarakat berharap CSWL setelah resmi menjabat top eksekutif merealisasikan seluruh janji-janji. CSWL juga harus tahu bahwa kemenangan mereka pada Pilkada 09 Desember 2020, adalah ‘people power’ masyarakat Kota Tomohon yang memendam rasa selama satu dekade dan menaruh harapan perubahan pada tahun-tahun mendatang. ***

VIDEO:

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

61 Bendungan Ditargetkan Tuntas Bertahap Hingga 2024

Read Next

Pergantian Tahun, Pesta dan Konvoi Dilarang