You are currently viewing Covid-19, Ini Hasil Rapat Gubernur se-Sulawesi
Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey selaku Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), Senin 30 Maret 2020, memimpin Rapat Video Conference Gubernur se-Sulawesi, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

Covid-19, Ini Hasil Rapat Gubernur se-Sulawesi

MANADO, publikreport.com – Lewat video conference, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey selaku Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), Senin 30 Maret 2020, memimpin Rapat Gubernur se-Sulawesi, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

Dalam rapat tersebut dipastikan tidak ada lockdown untuk mencegah Covid-19. Rapat menyepakati pembatasan pergerakan orang antar wilayah.

Berikut hasil Rapat Gubernur se-Sulawesi:

  1. Menyetujui bahwa kebijakan terkait Covid-19 atau Virus Corona agar masing-masing pemerintah provinsi berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
  2. Persoalan yang umum dihadapi masing-masing pemerintah provinsi se-Sulawesi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 adalah keterbatasan tenaga dan Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia serta dana operasional.
  3. Pemerintah provinsi se-Sulawesi sepakat mengusulkan ke pemerintah pusat agar segera memasukan penganggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020.
  4. Memperketat pengawasan lalu lintas kendaraan di sejumlah titik perlintasan yang wilayah daratnya berbatasan, yaitu Provinsi Sulut dan Gorontalo; Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng); Sulteng dan Sulawesi Selatan (Sulsel); Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Tenggara (Sultra); serta Sulsel dan Sulbar. Kebijakan itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
  5. Di titik perbatasan tersebut dipasang portal dan ditempatkan petugas kesehatan dan petugas pengamanan yang melakukan pemeriksaan awal kesehatan pelintas wilayah dan yang mengatur buka dan tutup jalur. Jalan dibuka pada jam 06.00 WITA- pukul 18.00 WITA setiap hari. Untuk menghindari penumpukan kendaraan, pengendara dapat menyesuaikan perjalanan dengan jadual tersebut. Jadual akan dipasang di titik-titik perbatasan.
  6. Pemerintah provinsi se-Sulawesi sepakat untuk berkonsultasi dan mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk mengurangi/membatasi frekuensi penerbangan yang menuju ke masing-masing wilayah di Sulawesi serta memperketat pengawasan terhadap lalu lintas laut.
  7. Pemerintah provinsi se-Sulawesi sepakat untuk senantiasa melakukan sosialisasi kepada seluruh warganya agar tidak melakukan mudik untuk berlebaran di luar wilayahnya.
  8. Untuk mempercepat proses uji laboratorium terhadap sampel darah yang saat ini masih dilakukan di Jakarta, maka diusulkan agar Laboratorium Kesehatan di Makassar, Sulsel, ditetapkan sebagai laboratorium rujukan untuk wilayah Sulawesi.
  9. Kepolisian dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) agar tetap memantau kerumunan massa dan memberikan pengertian terkait maklumat yang telah dikeluarkan oleh Kapolri (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia).

BACA JUGA: Tangani Covid-19, Pemda Diminta Alirkan Dana Tak Terduga APBD

Leave a Reply