Covid-19 Menguji Kapasitas dan Integritas Pemimpin Gereja
Gedung GPdI Taratara 3, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.

Covid-19 Menguji Kapasitas dan Integritas Pemimpin Gereja

RELIGI

TOMOHON, publikreport.com – Hampir semua sektor dan lini kehidupan masyarakat harus pasrah menerima dampak serius yang diakibatkan mewabahnya Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) yang belum ‘mau’ meninggalkan dunia ini. Institusi keagamaan sebagai benteng yang paling diharapkan untuk menjadi penyeimbang, beberapa elemen didalamnya harus pontang-panting dan berbuat blunder.

Wartawan sempat menyaksikan pemandangan tak biasa terhadap fasilitas tempat ibadah yang diagungkan sebagai rumah Tuhan. Diantaranya ada yang sampai di telantarkan oleh pimpinan dan jemaatnya karena tidak pernah lagi digunakan untuk beribadah bersama sejak 22 Maret 2020, lalu.

Malu juga lihat gereja kami terlihat tidak terurus. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak ada komando dari pimpinan. Pimpinan gereja kami tinggal di Kakaskasen Tomohon. Maklum juga, karena beliau masih muda,” ungkap JS, salah satu warga jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Taratara 3, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat bersua publikreport.com di depan gedung gereja yang kondisi bangunannya nampak tak terawat.

Masih dilingkup salah satu kelompok gereja besar di Sulut, sejumlah warga jemaat di Wilayah 52 Tombariri memprotes dan menolak mentah-mentah acara rapat wilayah para gembala yang oleh ketua wilayah setempat diminta dilaksanakan di gedung gereja mereka pada 05 Juli 2020, lalu.

Kami menolak jika gereja kami dijadikan tempat rapat, karena saat ini Sulut masih dalam situasi darurat Virus Corona. Kami mendukung imbauan pemerintah, makanya kami menolak acara ini dilaksanakan disini,” tegas Pendeta (Pdt) Erol Mokalu, salah satu pelayan di Jemaat Hosana.