PUBLIKREPORT.com

Covid-19. Sistem Kerja ASN (Kembali) Diatur

“ASN harus menjadi contoh di lingkungannya masing-masing dengan selalu mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, rutin cuci tangan, dan menjaga jarak”

Tjahjo Kumolo, Menteri PANRB.

JAKARTA, publikreport.com – Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (PANRB) Nomor: 67/2020 tertanggal 04 September 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB Nomor: 58/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru. Sistem kerja baru bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) tersebut dilakukan dengan mengatur kehadiran jumlah pegawai WFO (work from office) berdasarkan kategori zonasi risiko kabupaten/kota.

“Perubahan surat edaran ini dilakukan dengan memperhatikan status penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di Indonesia,” kata Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, Senin 07 September 2020.

Pengaturan sistem kerja baru bagi ASN ini, Tjahjo menjelaskan, dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dengan memperhatikan jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (WFO) maupun bekerja di rumah/tempat tinggal (WFH=work from home) berdasarkan data zonasi risiko dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Seperti diketahui, kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran Covid-19 terbagi menjadi empat yakni tidak terdampak, rendah, sedang, dan tinggi.

Bagi instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori tidak terdampak/tidak ada kasus, PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (WFO) paling banyak 100 persen. Sementara untuk wilayah berkategori risiko rendah, jumlah ASN yang melaksanakan WFO paling banyak 75 persen.

Untuk instansi pemerintah pada wilayah berkategori risiko sedang, jumlah ASN yang melakukan WFO paling banyak 50 persen. Sedangkan untuk yang berisiko tinggi, jumlah pegawai yang WFO paling banyak 25 persen.

BACA JUGA:

Hingga saat ini, banyak daerah lain di luar Provinsi DKI Jakarta yang termasuk dalam wilayah berisiko tinggi. Untuk itu, Tjahjo berharap Surat Edaran yang baru ini benar-benar diterapkan di setiap instansi pemerintah di pusat dan daerah sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seluruh ASN, Tjahjo mengingatkan, agar dapat menjadi pelopor dan teladan dalam penerapan tatanan normal baru dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, namun tetap optimal, aman, serta produktif dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan publik.

“ASN harus menjadi contoh di lingkungannya masing-masing dengan selalu mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, rutin cuci tangan, dan menjaga jarak,” tegasnya.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Tiga Pasangan Calon Berebut Kursi Kepala Daerah di Tomohon

Read Next

Sulut Diminati Investor Singapura