You are currently viewing Dana Desa untuk Desa Wisata di Daerah 3T
Ilustrasi, desa wisata.

Dana Desa untuk Desa Wisata di Daerah 3T

BALI, publikreport.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjelaskan, pengembangan pariwisata di desa-desa terus dilakukan pemerintah. Diharapkannya melalui pemanfaatan Dana Desa untuk desa wisata mempercepat pendapatan ekonomi masyarakat desa.

“Tahun depan (2020) Dana Desa akan meningkat. Gunakan untuk pariwisata atau pasca panen. Sering buat iven, sehingga menciptakan kerumunan, ada interaksi jual beli dan menambah pendapatan,” pesan Eko Putro pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Desa Wisata Secara Terintegrasi di Daerah Pulau Kecil dan Terluar serta Perbatasan Tahun 2019 di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, Rabu 21 Agustus 2019, lalu.

Iven, menurutnya, sebagai daya tarik turis untuk datang. Selain itu, daya tarik kuliner dan penyediaan fasilitas yang memadai seperti toilet dan kamar mandi menjadi salah satu kunci desa wisata.

Pariwisata, Eko mengatakan, paling cepat mendatangkan pendapatan. Untuk itu dengan fokus penggunaan Dana Desa saat ini hingga tahun mendatang untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi desa, ia berpesan dana desanya digunakan untuk desa-desa wisata.

“Beberapa desa wisata yang sukses salah satunya Desa Kutuh ini. Pendapatan keuntungannya mencapai Rp19,5 miliar, padahal dana desanya Rp900 juta. Karena dana desanya tidak hanya untuk infrastruktur dan tidak habis untuk perawatan infrastruktur. Saat ini sedang mengembangkan kampung bola dan sedang dipersiapkan homestay-homestay,” ungkapnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT, Aisyah Gamawati menyampaikan, meskipun daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, terdepan dan terluar (3T) pada umumnya memiliki berbagai keterbatasan baik dari sisi infrastruktur maupun ekonominya, namun pada sisi lain, daerah tersebut menyimpan kekayaan potensi wisata, budaya serta keindahan alam yang sangat besar.

Oleh karenanya, pihaknya secara kontinyu memberikan beragam fasilitasi untuk mengembangkan desa wisata yang terletak di daerah 3T.

Kami telah memberikan fasilitasi berupa dermaga, kapal penyeberangan, pembangunan jalan, serta beragam pelatihan yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia serta pengelolaan potensi laut,” jelasnya.

Sejak 2017 lalu, Aisyah melanjutkan, Kemendes PDTT melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Daerah Tertentu telah dan akan mengembangkan 14 desa wisata yang tersebar di wilayah 3T. | DORANG

Leave a Reply