Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, melakukan penanaman pohon di kompleks Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, melakukan penanaman pohon di kompleks Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.

Dana Pelestarian Lingkungan Hidup Bertambah

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pengarusutamaan (mainstreaming) isu perubahan iklim dalam program pembangunan nasional telah dan akan terus dilaksanakan. Sehingga diharapkan isu lingkungan hidup dan perubahan iklim menjadi bagian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.

Berdasarkan penandaan anggaran perubahan iklim (climate budget tagging) yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tercatat peningkatan dukungan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dalam program nasional terkait isu perubahan iklim yakni sebesar Rp72,4 triliun dalam APBN Perubahan 2016, Rp95,6 triliun dalam APBN Perubahan 2017 dan Rp109,7 triliun dalam APBN 2018. Atau sekitar 3,6% (2016), 4,7% (2017) dan 4,9% (2018) terhadap total anggaran APBN,” beber Sri Mulyani.

Pemerintah, menurut Sri Mulyani, memiliki target dalam rangka mencapai komitmen penurunan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 29% dengan upaya sendiri, atau 41% dengan dukungan internasional. Untuk itu, komitmen pemerintah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tersebut diwujudkan melalui besarnya anggaran yang dialokasikan guna pengelolaan lingkungan hidup. Ditambah lagi, pendanaan dari negara maju terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan bertumbuh seiring dengan kebutuhan untuk pendanaan lingkungan di negara berkembang yang sejalan dengan implementasi Paris Agreement.

BACA JUGA: BPDLH Kelola Pembiayaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kita perlu untuk terus menjaga dan mengembangkan strategi pembangunan bagaimana Indonesia bisa tumbuh tinggi, bagaimana kemiskinan ditanggulangi, pemerataan pembangunan terjadi di seluruh pulau dan pelosok Indonesia. Komitmen kita untuk dapat mengurangi emisi karbon sebesar 29% dengan upaya endiri dan 41% dengan kerjasama internasional tetap bisa dilakukan. Ini merupakan suatu tantangan bagi kita semua, baik di kementerian, lembaga, pemerintah daerah (pemda) maupun dunia usaha dan swasta serta para stakeholder lainnya,” tegasnya.

Leave a Reply