You are currently viewing Data Penerima Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman
Ilustrasi.

Data Penerima Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman

JAKARTA, publikreport.com – Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), Siti Nadia Tarmimzi menegaskan, apabila keamanan data penerima vaksin dijamin pemerintah. SMS (short message service) yang mulai dikirimkan sejak 31 Desember 2020 lalu, dijelaskannya, terintegrasi dengan program peduli/lindungi yang merupakan awal dari pemerintah Indonesia melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Perlu kami tegaskan, bahwa keamanan data penerima vaksin dijamin pemerintah,” tegas Nadia dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 04 Januarei 2021.

Pengelolaan data tersebut, Nadia menjelaskan, dilakukan berdasarkan peraturan dan perundangan yang sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor: 253 Tahun 2020.

Rinciannya, pertama, perolehan data pribadi termasuk data kependudukan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kedua, data pribadi dilengkapi sistem keamanan sebagaimana diamanatkan ketentuan peraturan perundangan.

Ketiga, data pribadi tidak dapat digunakan untuk keperluan selain penanganan Covid-19.

Alur proses registrasi dan verifikasi yang harus ditempuh peserta vaksinasi Covid-19, Nadia melanjutkan, tahap pertama, sasaran penerima vaksinasi akan menerima notifikasi/pemberitahuan melalui SMS dengan ID pengirim: PEDULICOVID.

Tahap kedua, penerima SMS harus melakukan registrasi ulang untuk status kesehatan, memilih lokasi serta jadwal layanan vaksinasi.

“Tahap registrasi ulang sangatlah penting untuk memverifikasi data penerima vaksinasi Covid-19. Dalam proses verifikasi, peserta diminta menjawab sejumlah pertanyaan, seperti mengkonfirmasi domisili, serta skrining sederhana terkait penyakit penyerta yang diderita oleh penerima vaksin. Untuk daerah dengan kendala jaringan, maka proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan Satgas (Satuan Tugas) Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan,” jelasnya.

Nadia berharap agar masyarakat berpartisipasi dalam tahapan vaksinasi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 15 bulan mendatang karena vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga orang lain.

Sembari menunggu dilaksanakannya proses vaksinasi, Nadia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti disiplin 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Menghindari keramaian, serta Mencuci tangan).

Leave a Reply