Ilustrasi.
Ilustrasi.

Denda Akibat Gaji Terlambat Dibayar

DI KANTOR saya pembayaran gaji sebelumnya dibayarkan setiap tanggal 1 setiap bulan, namun sekarang ada kebijakan baru bahwa pembayaran gaji dibayarkan dengan rentang waktu antara tanggal 1-4 setiap bulan. Jadi pembayaran gaji kadang dilakukan pada tanggal 1 kadang tanggal 2,3 atau 4.
Hal ini berakibat pada pembengkakan bunga pada cicilan/kartu kredit/asuransi/pinjaman dll milik karyawan secara pribadi, karena mereka dari awal sudah menandatangani perjanjian bahwa jatuh tempo pembayaran adalah tanggal 1, selain memang kebutuhan bulanan yang sudah menipis.
Dari sisi hukum, bolehkah pembayaran gaji dengan sistem seperti itu dilakukan?
Mohon penjelasannya, Terimakasih.

Jawaban:
Letezia Tobing, S.H., M.Kn.

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul yang sama yang dibuat oleh Adi Condro Bawono, S.H., M.H. dan dipublikasikan pertama kali pada Kamis, 08 Maret 2012.

Intisari:

Mengenai penentuan kapan upah dibayarkan seharusnya diatur dalam kesepakatan atau perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (jika ada serikat pekerja). Perusahaan tidak dapat menetapkan secara sepihak perubahan waktu pembayaran upah tersebut.

Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

Leave a Reply