Dengan Aplikasi Michat, Perempuan Ini Melakukan Praktek Prostitusi
Tim URC Totosik Polres Tomohon yang sedang melakukan patroli di wilayah Kelurahan Kakaskasen 2, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulut, Selasa 19 Mei 2020, malam, mencurigai sekelompok anak muda yang sedang nongkrong. Dari Hp milik dua orang anak muda, tim mendapati aplikasi Michat yang dipakai untuk kegiatan prostitusi online.

Dengan Aplikasi Michat, Perempuan Ini Melakukan Praktek Prostitusi

KRIMINALITAS

TOMOHON, publikreport.com – Seorang perempuan berinisial CK (20), warga Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat diperiksa Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon mengaku, apabila dirinya memakai aplikasi Michat untuk kegiatan prostitusi online.

“Modus operandi dalam berkegiatan prostitusi online, tidak stay/tinggal di hotel atau penginapan. Namun, menunggu di kendaraan. Apabila ada pelanggan yang terhubung ke aplikasi Michat terjadilah transaksi besaran harga bookingan. Setelah ada kesepakatan, selanjutnya mereka menentukan tempat bertemu,” jelas Kepala Tim URC Totosik Polres Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

Terbongkarnya praktek prostitusi online ini, menurut Yanny, setelah tim yang dipimpinnya pada Selasa 19 Mei 2020, malam, melakukan patroli di wilayah Kelurahan Kakaskasen 2, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulut. Di kompleks Alfa Midi, tim mendapati sekelompok anak muda yang sedang nongkrong di parkiran. Curiga Tim Totosik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan mereka, seperti handphone (Hp). Pada Hp milik perempuan CK dan lelaki OP (21), warga Bumi Nyiur, Kota Manado, didapati aplikasi Michat.

“Dalam aplikasi itu tim menemukan chatingan-chatingan menjajakan diri dari perempuan CK,” ungkap Yanny.

Perempuan CK bersama rekannya, Yanny mengatakan, selanjutnya dibawa ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tomohon Utara beserta barang bukti, berupa tiga unit Hp dengan aplikasi Michat, satu unit sepeda nomor DB 1927 LD serta satu kotak alat kontrasepsi, kondom.

Selain perempuan CK dan OP, Yanny menambahkan, tim juga memeriksa perempuan CA (16), warga Teling Atas, Manado, JK (18), warga Teling Tingkulu, Manado, lelaki ART (17) dan TD (19), warga Bumi Nyiur, Manado. | RIO YANTO