Desa se-Minut Belajar di Bali
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD), memboyong 97 desa belajar ke Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu 31 Juli 2019. Rombongan ini diterima Kepala Adat Bendese, I Made Wena, didampingi Kepala Desa Perbeke, I Wayam Purja. (foto: publikreport.com)

Desa se-Minut Belajar di Bali

BALI, publikreport.com – Guna menambah wawasan dan pengetahuan untuk kemajuan desa, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD), memboyong 97 desa belajar ke Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu 31 Juli 2019. Rombongan ini diterima Kepala Adat Bendese, I Made Wena, didampingi Kepala Desa Perbeke, I Wayam Purja.

Untuk menjadi desa maju, harus cinta desa. Wajib merubah pola pikir untuk lebih mencintai desa. Menyamakan persepsi semua masyarakat dan memanfaakan semua lahan dan potensi yang ada di desa. Serta harus mendorong masyarakat untuk sadar wisata. Membangun sinergitas dengan setiap komponen yang ada di desa untuk melaksanaan pemberdayaan,” jelas Kepala Adat Bendese, I Made Wena.

Pendapatan Asli Desa (PAD) Kutuh, menurut I Made, sebesar Rp40 miliar per tahun. Selain itu, Desa Kutuh juga memiliki Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (Bumda) berupa Unit Pengelola Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang saat ini memiliki dana Rp128 miliar.

BACA JUGA: Minut Maksimalkan Profil Desa

“Awalnya modal Bumda ini hanya Rp13 juta, saat ini sudah berkembang menjadi Rp128 miliar,” bebernya.

Kepala DinsosPMD Kabupaten Minut, Bobby Najoan mengatakan, mereka datang studi banding di Desa Kutuh agar bisa mengadopsi apa yang ada untuk diterapkan guna kemajuan desa-desa di Minut. | GLENLY B