Kawasan Bukit Inspirasi Tomohon.
Kawasan Bukit Inspirasi Tomohon.

Mahasiswa Papua: Di Manado Kami Dihormati

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Mahasiwa Papua yang ada di Kota Tomohon dan Minahasa mengaku merasa nyaman berada di tanah Minahasa. Mereka tidak mau terpengaruh dengan masalah yang terjadi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan unjuk rasa yang terjadi di Papua.

“Kami takut salah bicara soal kerusuhan Papua. Tapi, kami senang disini. Di Manado ini torang (kami) dihormati). Orang disini tidak bikin kita sakit hati,” kata Yece Ivakdalam, mahasiswa asal Papua saat diwawancarai publikreport.com di area Kampus Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), kompleks Bukit Inspirasi Tomohon, baru-baru ini.

Salah satu pimpinan mahasiswa Papua di Tomohon, Jon menambahkan, mereka hanya berkeinginan kuliah saja.

“Masalah disana kita tidak mau pusing. Kami diminta belajar saja dan jangan banyak bicara. Maaf ya,” ucapnya.

Hampir senada diungkapkan sejumlah mahasiwa asal Papua di Unima Tondano saat ditemui publikreport.com.

“Soal kerusuhan disana, itu masalah disana. Kita disini baik-baik saja, dan kita tidak mau komentar banyak. Orang Papua di Sulut sangat dihormati. Disini orang Papua yang hitam tidak pernah dihina,” kata Matius, salah satu mahasiswa asal Jayapura.

Mereka datang ke Manado, Matius menjelaskan, adalah untuk belajar.

“Kita berdoa terus agar sudara-sudara (saudara-saudara) di Papua jaga keamanan,” ujarnya.

Kasus Papua, Pemerintah Akui Ada Ketersinggungan

Sebelumnya, wartawan publikreport.com menyambangi Asrama Kamasen VIII dan Asrama Putri Cendrawasih IX di Kota Tomohon. Namun, kehadiran wartawan ditolak mentah-mentah sejumlah mahasiswa asal Papua penghuni asrama itu.

“Kaka (kakak) mo (mau) apa disini?” tanya salah satu mahasiswa asal Papua dengan nada tidak bersahabat. Belakangan mahasiswa tersebut diketahui bernama, Abisay Rolo.

Kemenkominfo Lanjutkan Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat

Wartawan kemudian memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangan. Namun, tiba-tiba Abisay berubah menjadi garang.

“O, wartawan?! Keluar, keluar. Tidak boleh disini. Tidak peduli, kami tidak peduli samua (semua) itu,” bentak Abisay yang terlihat sangat emosi kendati wartawan berusaha berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan bersahabat.

Belasan Triliun Dikucurkan Pemerintah ke Papua

“Kemarin juga ada wartawan yang datang, tapi kami tidak mau ditanya-tanya soal itu,” kata salah satu mahasiswa asal Papua yang kebetulan baru datang.

Tak berapa lama sejumlah sahabat Abisay keluar. Mereka terkesan mengkuatirkan sesuatu.

Salah satu pimpinan mahasiswa asal Papua, Jon menjelaskan, apabila mereka tidak mau terpengaruh dengan pemberitaan, sehingga mencoba mengambil jarak dengan wartawan. | JOPPY JW

Leave a Reply