Ilustrasi.
Ilustrasi.

Digitalisasi Sekolah dan Pendidikan Karakter Dibahas

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hasan Chabibie menjelaskan tentang program digitalisasi sekolah. Menurutnya, saat ini para pendidik harus mempersiapkan bekal untuk anak-anak agar dapat hidup sesuai zamannya nanti. Karena itu pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan, terutama di era digital seperti sekarang ini. Kemendikbud sendiri, lanjutnya telah membuat sebuah aplikasi belajar berbasis daring (online) yang dapat diunduh secara gratis, yaitu Rumah Belajar.

Sekitar 100-ribu guru se-Indonesia, Hasan mengungkapkan, telah mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kemudian diseleksi dan dipilih menjadi 100 guru istimewa yang ikut serta dalam pembuatan konten dan penggerak forum pembelajaran ini. Rumah Belajar yang telah didirikan sejak tahun 2011 ini memiliki slogan ‘Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja’. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan siapapun yang akan mencari tahu ilmu maupun wawasan secara luas, bebas dan gratis.

Seorang bloger dari anakjalan.home.blog, Muhammad Hadi mengatakan, aplikasi Rumah Belajar cukup efektif untuk proses pembelajaran. Karena gratis, tidak perlu membeli buku-buku soal ujian lagi. Namun perlu penambahan konten agar terlihat menarik.

Sementara Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana menjelaskan tentang pendidikan karakter. Menurutnya, untuk mencapai pendidikan yang efektif membutuhkan kesadaran para pelaku pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diterapkan di bidang pendidikan.

“Karena infrastruktur yang bagus pun tidak cukup untuk menghasilkan sebuah hasil pendidikan yang hebat. Untuk itu peranan guru dalam membangun pendidikan karakter itu sangat penting karena guru itu digugu dan ditiru. Guru dapat mengukir sejarah hidup seseorang,” jelasnya.

Pemaparan Hasan Chabibie dan Ade Erlangga Masdian dikemukakan pada temu bloger pendidikan dan kebudayan di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Selasa 03 Desember 2019.

Diketahui, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, ada lima nilai utama karakter prioritas penguatan pendidikan karakter, yaitu religius, integritas, nasionalis, mandiri dan gotong royong. Maka dari itu peningkatan kualitas guru dalam proses belajar dan mengajar perlu ditingkatkan lagi agar penyampaian materi kepada peserta didik menjadi lebih kreatif dan inovatif serta mampu memenuhi lima karakter prioritas penguatan pendidikan karakter. | VERONICA DSK

Leave a Reply