Dikawal Polisi, Aksi Mahasiswa di Minahasa Tertib
Polisi membagikan air mineral kepada para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung/Kantor DPRD Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, Rabu 25 September 2019.

Dikawal Polisi, Aksi Mahasiswa di Minahasa Tertib

TONDANO, publikreport.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar aksi demonstrasi di sekitar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, Rabu 25 September 2019. Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan, penjagaan dari 118 personil Kepolisian Resort (Polres) Minahasa dan Kepolisian Sektor (Polsek) Tondano.

Meski mahasiswa dilarang masuk ke area gedung DPRD Minahasa, namun aksi ini tetap berlangsung lancar dan tertib. Mahasiswa hanya beroperasi di Lapangan Manguni, depan Kantor DPRD Minahasa yang beralamat di Kelurahan Sasaran.

Dalam aksi ini, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan, yakni:

  1. Menolak dengan tegas seluruh isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
  2. Meminta Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah disahkan untuk dicabut kembali
  3. Mempercepat pengesahan RUU Pelaku Kekerasan Seksual (PKS) agar menjadi Undang-Undang.
  4. Meminta kepada pemerintah pusat untuk mencari solusi terkait kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan sekitarnya.

Perwakilan mahasiswa, Johan Watung dan Imanuel Manus kemudian diterima anggota DPRD Kabupaten Minahasa. Kepada wakil rakyat yang menerima mereka, perwakilan mahasiswa meminta untuk menandatangani dukungan atas tuntutan mereka. Permintaan tersebut disetujui dan didepan ratusan pendemo ketiga anggota DPRD Kabupaten Minahasa menandatangani tuntutan itu di atas materai 6000.

Pendemo kemudian dengan tertib membubarkan diri.