Dinamika Masyarakat Menyambut New Normal
Salah satu warung (kios) yang bertahan ditengah pandemi Covid-19.

Dinamika Masyarakat Menyambut New Normal

MINAHASA, publikreport.com – Warga Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai menunjukkan kejenuhan mengikuti pola aktivitas ditengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Hal ini terpantau publikreport.com saat berkeliling wilayah Kabupaten Minahasa pada 05-06 Juli 2020.

Dalam perjalanan ke sejumlah wilayah, terpantau sebagian besar Pos Penjagaan Covid-19 di desa-desa sudah tidak lagi difungsikan. Khususnya di desa-desa lingkar luar wilayah Minahasa seperti di Kecamatan Langowan, Kombi, Tombulu sampai Tombariri. Selain itu, masih terlihat banyak warga yang tidak lagi menggunakan masker saat beraktivitas di jalan.

Di beberapa desa, ada gelaran acara yang disesaki oleh masyarakat yang tidak menjaga jarak juga tanpa masker. Demikian juga disaat ibadah raya hari Minggu, 05 Juli 2020, tak sedikit gedung gereja yang sudah ada kegiatan ibadah komunal (jemaat bersama). Padahal, dalam Rakor (Rapat Koordinasi) Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Minahasa dengan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) pada Rabu 01 Juli 2020, telah ditegaskan bahwa ibadah bersama di rumah ibadah belum dibolehkan.

Dikatakan Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa, Denny Manggala yang memimpin Rakor, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Minahasa masih terus meningkat.

Kondisi Ruang Isolasi di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Tondano sudah penuh. Disisi lain, masih banyak warga yang tidak menaati Protokol Kesehatan, dan masih ada yang menolak dilakukan rapid test atau pun swab,” katanya.

Kondisi ini perlu dipertimbangkan secara komprehensif. Juga sebagaimana arahan bapak Presiden, bahwa kita harus hati hati dan tidak terburu buru dalam memutuskan pelaksanaan New Normal,” tegas Denny.

Kebijakan pemerintah Minahasa ini ditanggapi beragam oleh masyarakat.

Ini kan sudah new normal. Kenapa masih ada batasan-batasan ini. Gubernur Sulut juga sudah keluarkan Pergub (Peraturan Gubernur) New Normal, tapi kenapa belum diterapkan sepenuhnya,” ungkap salah satu pengusaha Langowan, Liane Sondakh.

BACA JUGA: Transmisi Lokal Penyebab Tingginya Angka Covid-19 di Sulut

Leave a Reply